Tampilkan postingan dengan label Pra Paskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pra Paskah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

RABU MINGGU KEDUA PRAPASKAH

WCCM Lent Reflections 2015
Wednesday 2nd week Lent

Matius 20:17-28:
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Sungguh mengagumkan bagaimana gereja dapat mengulang kata-kata Yesus tersebut (baca keseluruhan Injil hari ini dan pengubahan total system kekuasaan sosialnya) dari posisi hirarki dan priviledge (hak istimewa). Satu-satunya hal yang membebaskan gereja adalah hadirnya orang-orang dalam system tersebut (rahib tidak termasuk) yang sungguh-sungguh menyadari ketidakkonsistenan ini. Siapa yang bisa menyalahkan orang yang meninggalkan lembaga tersebut? Lebih daripada memuji orang yang tetap tinggal di dalamnya dan mendengar, sungguh-sungguh mendengar, sabda Sang Guru dan menderita disonansi kognitif (stress mental yang diderita oleh orang yang memegang dua keyakinan yang bertentangan).

Minggu, 01 Maret 2015

MINGGU KEDUA PRAPASKAH

WCCM Lent Reflections 2015
Second Sunday of  Lent 

Markus 9:2-10:
“Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka”.

Penulis novel besar – dan sulit – Henry James pernah diajak ke pertunjukan Punch and Judy oleh beberapa temannya yang usil. Mereka terkesima melihat betapa dia benar-benar terserap dalam bentuk teater yang sangat sederhana ini. Setelah pertunjukan selesai, dia menjadi sangat pendiam sampai akhirnya mereka bertanya apa yang dipikirkannya. ‘Sungguh suatu sarana yang sederhana (economy of means)’, jawabnya, dan dengan sendu menambahkan ‘sungguh suatu penyelesaian yang sederhana (economy of ends).’

Sabtu, 16 Maret 2013

Kehilangan

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
JUMAT MINGGU IV PRAPASKAH 2013.

Duka cita karena kehilangan hari ini bisa menjadi suka cita penyelamatan esok hari. Kita tidak bisa memahami ujud kelekatan yang menyakitkan itu ketika perpisahan atau kehilangan itu terjadi sampai selesai dan kepedihan itu mereda.


Kamis, 14 Maret 2013

Mata Air yang Murni

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
Kamis Minggu IV Prapaskah 2013



Masa Prapaskah segera akan beralih dan berujud sebagai salah satu permenungan terbesar dan terdalam dan makna dari suatu penderitaan. Kita berharap bahwa kita siap menghadapinya tahun ini.

Ada banyak bentuk penderitaan, seperti halnya ada banyak perwujudan kasih. Mungkin di dalam rahasia besar alam semesta ini, keduanya benar-benar sebanding. Ketika pikiran bingung, dilanda keraguan, bercabang dan gelisah kita mengalami suatu penderitaan yang khusus. Mungkin saat itu belum muncul dalam kehidupan kita dan dalam hubungan kita dengan orang lain. Tergantung pada ukuran pengendalian diri kita atau kemampuan kita untuk tampil baik. Namun, pada akhirnya tidak ada rahasia yang tak terkuak. Beberapa rahasia dikubur - atau lama tetap di sana.

Rabu, 13 Maret 2013

Pengampunan

Lent Daily Reflections - Laurence freeman, OSB
Selasa Minggu IV Prapaskah 2013


Saya sedang berbicara dengan seseorang tentang orang lain yang telah melukai hatinya. Dia berkata 'Aku bisa baik-baik saja dengannya sekarang. Tapi aku tidak akan pernah memaafkannya'. Pernyataannya : 'tidak akan pernah', bukannya 'tidak akan dapat'.

Saya terkesan dengan adanya pertentangan bahkan dengan bangga penegasannya tidak pernah memaafkan. Seolah-olah dia tahu bahwa dia mempunyai kemampuan untuk memaafkan, melepaskan dan melanjutkan. Namun, apapun alasannya, dia memilih untuk tinggal bersama pahit manisnya menyatu dengan perasaan dendam dan marah. Mungkin itu membuat kita merasa puas bermoral lebih hebat - 'Aku dipihak yang terlukai jadi aku selalu dipihak benar selama aku menunjukkan rasa dendam itu'. Mungkin juga tidak banyak kebebasan untuk memilih tidak memaafkan seperti sangkaan kita.

Jumat, 08 Maret 2013

Sadarlah


Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB.
Kamis Minggu III Prapaskah 2013



Seorang teman yang sedang mengandung beberapa bulan baru saja kembali dari pemeriksaan scan pertamanya dengan wajah yang cerah. Saat dia mau pergi dilihatnya sebuah jeruk lemon dimeja dapur, diambilnya dan berkata 'janinnya sekarang sebesar ini ukurannya ' Janin ini masih belum tahu kelaminnya.

Dimana Ada Roh Disitu Ada Kebebasan

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman OSB.
Rabu Minggu III Prapaskah 2013


Roh manusia merindukan untuk menghirup udara kebebasan. Kita tersinggung jika ada paksaan atau pembatasan yang dibebankan pada kita oleh orang-orang atau lembaga tertentu, oleh orang tua, firaun ataupun presiden. Kita mempertahankan kebebasan lama kita dengan banyak kata-kata muluk. Kita membom, menganiaya dan berbohong ketika mempertahankan kebebasan. 


Selasa, 05 Maret 2013

Aku Bukan Apa-apa

Lent Daily Reflections by Laurence Freeman OSB.
Selasa Minggu III Prapaskah



"Aku tidak punya apa-apa, aku tidak ingin apa-apa, aku tidak tahu apa-apa." Inilah kalimat yang selalu diucapkan oleh para mistikus abad pertengahan dan terkesan negatif bagi telinga kita dan kata ganti orangpun disorot penuh kecurigaan. Terlalu banyak aku untuk menonjolkan pernyataan tidak pada dirinya


Meditasi Membuka Cara Pandang Baru

Lent Daily Reflections by Laurence Freeman OSB
Senin Minggu III Prapaskah

Dengan sedikit penyesuaian saja bisa membuat perubahan besar. Bayangkan bila ada besarnya jarak sehubungan dengan kesalahan kecil saja pada pengaturan arah kompas pesawat luar angkasa yang jarak tempuhnya sangat jauh. Atau pengalaman singkat pada masa kanak-kanak sehingga yang terbentuk pola selama bebera puluh tahun dekade sebelum dapat dikoreksi dampaknya. 

Senin, 04 Maret 2013

Keluar Dari Rutinitas

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB.
Minggu Ketiga Prapaskah.


Dunia itu duniawi benar. Berada dalam keduniawian tidak semenarik seperti kenyataannya. Bagi sebagian besar orang, kehidupan adalah sesuatu rutinitas.

Bahkan ketika kehidupan dibangun oleh kasih setia atau pencarian kebenaran atau nafsu tak seorangpun dapat luput dari rasa bosan. Jadi, kita melarikan diri dari dunia yang mengulang-ulang dan tak ada tantangan dengan menjadi penonton yang menonjol dan menakjubkan. Kita menonton olah raga, film laga, opera sabun yang sangat menonjol. Dan kita suka menonton pesta pernikahan kerajaan dan upacara pemakaman paus.

Jumat, 01 Maret 2013

Memajukan Keadilan Sosial Melalui Latihan Kontemplatif

Daily Lent Reflections - Laurence Freeman, OSB
Jumat Minggu II Prapaskah


Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak murid-murid terdekatnya kesamping dan memperingatkan mereka pada takdir yang akan menimpa diri-Nya dan mereka di Yerusalem. Setelah itu dikisahkan bahwa ibu bersama anak-anaknya yaitu dua orang dari antara murid-muridNya mendekati-Nya, dengan hormat meminta Yesus untuk memberi mereka pekerjaan yang baik di pemerintahannya yang baru setelah Dia berkuasa. Perbedaan pemahaman dan kecerdasan rohaniah ini cukup mencengangkan dan mungkin tidak banyak berubah selama dua ribu tahun sejak itu. Kita menghilangkan segala sesuatu yang tidak ingin kita dengar dan bila memungkinkan kita memaksakan memasukkan acara kita.

Menjaga Hati

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB.
Kamis Minggu II Prapaskah.



Kebanyakan dari kita sekarang ini mungkin merasakan sedikit bahkan kegagalan yang sangat terhadap latihan prapaskah kita. Kita tidak menyelesaikannya dengan baik. Atau barangkali kita seharusnya dapat melakukannya dengan lebih baik. Pemeriksaan hati nurani sesekali dapat bermanfaat untuk menghilangkan umpan balik negatif yang memutar kita turun. Hal ini juga dapat membantu untuk memutuskan rasa sadar diri yang mendasari pemisahan antara yang nyata dan yang dibuat-buat.

Rabu, 27 Februari 2013

Kebiasaan yang Memberi Kehidupan

Lent Daily Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB
Rabu Minggu II Prapaskah.


Marilah kita kembali pada topik kebiasaan. Prapaskah adalah mengenai kebiasaan. Mark Twain mengatakan tidak ada yang perlu diperbaiki selain kebiasaan orang lain. (Ambillah balok dari matamu sendiri sebelum menunjuk adanya selumbar di mata orang lain).


Prapaskah adalah tentang memperbaiki kebiasaan diri kita sendiri.


Melepaskan Diri

Lent Daily Reflection - Fr. Laurence Freeman.
Selasa Minggu II Prapaskah 2013

Setelah matahari terbit, ada satu keluarga mengendarai mobil untuk bepergian jauh. Ketika senja hari mereka tiba, anaknya keluar dari mobil dan melihat ke langit lalu berkata 'wah, mataharinya mengikuti kita!'

Suatu tahapan penting dalam pertumbuhan kejiwaan adalah yang dikenal dengan penemuan 'benda abadi'. Hal ini kita sadari bahwa benda itu ada, sekalipun kita tidak berada disitu. 

Senin, 25 Februari 2013

Menjadi Manusia Pemberi


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman OSB.
SENIN MINGGU II PRAPASKAH 2013

Berilah maka hadiah-hadiah akan engkau dapatkan: suatu takaran penuh, dipadatkan, digoyang-goyangkan dan digilas akan dicurahkan ke dalam ribaanmu; sebab jumlah ukuran yang kamu gunakan akan diukurkan kembali kepadamu. (Luk 6: 37)

Tahap pertama dari memberi (salah satu latihan Prapaskah kita) adalah untuk menunda pengambilan – atau sekurang-kurangnya mengambil seadanya saja. Saya sering heran dan disadarkan betapa banyaknya saya menerima begitu saja; betapa beruntungnya saya menerima kemurahan hati orang lain tanpa ada rasa syukur secara tulus yang muncul dari rasa heran itu dan dari rasa diri tidak berharga (bukan penolakan diri). Ketika hal itu terjadi, suatu ukuran rasa syukur sebenarnya dirasakan. Kemudian setelah bersyukur atas hal ini atau itu, kita akan dipenuhi oleh rasa terima kasih sederhana apa adanya – yang sebenarnya merupakan keadaan kesadaran murni, merasakan doa murni.


Minggu Kedua Prapaskah 2013

Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB

Petrus dan teman-temannya sudah terlelap, tetapi mereka tetap terjaga dan melihat kemuliaan-Nya. (Lukas 9: 31)

Injil hari ini mengenai Transfigurasi. Yesus mengajak tiga orang murid yang paling dipercayainya ke atas bukit dan terjadi transfigurasi fisik di depan mereka. Suara Allah berbicara dari awan yaitu kehadiran ilahi. Kehadirannya secara nyata sehari-hari ini selalu tampak dan tersembunyi silih berganti.

Sabtu, 23 Februari 2013

Sabtu Minggu I Prapaskah 2013


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB

Sebagian besar ilmuwan di jaman kita ini tidaklah materialistis. Mereka mengamati alam semesta seperti jaringan keterkaitan, ruang antara benda-benda yang sebenarnya adalah medan hubungan energi – selama ini adalah sumber pemahaman baru tentang manusia, alam semesta dan yang ilahi.

Jumat Minggu I Prapaskah 2013


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB.


Seperti kita ketahui kisah Marta dan Maria dalam Injil Lukas, stres bukanlah kejadian yang baru. Stres ini sudah melekat dalam jiwa manusia yang kadang-kadang kita merasa tidak dapat mengatasinya. Hidup rasanya menyesakkan, kita rasanya terasing dan putus asa.


Stres tentu saja ada hubungannya. Stress pada seseorang bisa menjadi kesenangan bagi orang lain. Mungkin karena desakan adrenalin atau kebutuhan alami untuk melampaui keterbatasan kita, seorang olah ragawan atau pengusaha wanita menikmati diri mereka berada dalam keadaan yang penuh stres. Sedangkan yang lainnya lebih memilih hidup tanpa gejolak dan menerima dengan nyaman sesuai dengan kemampuan dirinya.

Kamis, 21 Februari 2013

Rabu Minggu I Prapaskah


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman,


Anak-anak butuh adanya kebiasaan. Kita semua selalu memperbaharuinya seturut keadaan yang berubah Kebiasaan adalah sumber rasa aman dan rasa percaya diri dalam hidup. Tetapi kita semua ingin menghindar dan bebas dari itu - suatu yang kita pikir dapat kita kendalikan dan kita sebut sebagai liburan. 


Kita akan bagaimana jadinya tanpa kebiasaan? Pada tingkat kejiwaan, kebiasaan memberi ketenangan batin (meskipun seringkali kita merasa terjebak). Secara kejiwaan kita mengulang kebiasaan dan pola pikiran yang membosankan itu. Kita sebenarnya jarang memikirkan karena kita hanya mengulang kebiasaan lama menanggapi perasaan yang menyamar sebagai pemikiran. 

Rabu, 20 Februari 2013

Selasa Minggu I Prapaskah

Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman.


Beberapa waktu yang lalu ketika saya di India, salah seorang pemandu kami menyatakan bahwa ia dan keluarganya adalah ahli nujum dengan ini menambahkan pengetahuannya pada tempat yang sedang kami kunjungi. Tak lama kemudian orang-orang diam-diam mendekati dan meminta dia untuk membaca telapak tangan mereka. Seperti biasa tanggapannya adalah – ‘luar biasa, bagaimana dia bisa tahu ya…’ dsb.