Tampilkan postingan dengan label perziarahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perziarahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

Perjalanan rohani


Tujuan dari meditasi ialah untuk mendorong kita untuk menjadi manusia yang utuh. Meditasi berarti menerima karunia penciptaan kita dan membuat kita semakin mampu untuk menanggapi karunia itu. Kehidupan kita tidak hanya kehidupan duniawi semata. Meditasi berarti meninggalkan kehidupan yang dangkal, yang di permukaan dan kita masuk ke dalam diri kita, memulai perjalanan rohani untuk menemukan Allah.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Peziarahan kita


Kita tidak dapat mencapai atau memperoleh konsentrasi yang sempurna. Sebagaimana dikatakan oleh St. Paulus bahwa "kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa" (Rm 8:26). Tidak ada jalan pintas yang akan memberikan hasil secara cepat. Tidak ada mistisisme yang terjadi dalam waktu sekejap. Tetapi ada sebuah jalan bagi kita untuk mempersiapkan diri kita bagi datangnya anugerah Tuhan, terang Roh Kudus itu. Mantra menenangkan pikiran kita dan menarik semua pengindraan kita pada sebuah titik tunggal - titik fokus perhatian kita. Titik itu kita pahami sebagai kesederhanaan yang penuh yang menuntut seluruh perhatian kita.

Minggu, 29 Mei 2016

Kehadiran Allah

Meditasi berkaitan dengan dua hal penting yaitu: kehadiran Allah, dan menaruh perhatian pada kehadiran itu. Dua hal ini sama kuno atau modern sama dengan kesadaran manusia itu sendiri. Kehidupan manusia tidak dapat dikatakan kehidupan yang penuh tanpa kita harus belajar dan menaruh perhatian pada hidup itu sendiri. Mengabaikan atau menunda kehidupan yang penuh adalah suatu kebodohan dari dosa.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Bertumbuh dalam Iman

Pewahyuan yang menakjubkan ialah kita semua dapat menemukan, jika kita memulai perjalanan meditasi dengan penuh disiplin, bahwa roh kita berakar pada Allah sendiri dan setiap dari kita mempunyai panggilan untuk kehidupan kekal. Pertama-tama kita harus menemukan bahwa kodrat kita mampu berkembang menuju keabadian dan perkembangan ini dapat terjadi jika kita mengambil perziarahan ke dalam pusat diri kita. 

Pusat diri kita adalah hati kita dan hanya disitu, di kedalaman diri kita, kita menemukan bahwa diri kita berakar pada Allah. Meditasi adalah jalan bagi kita untuk menemukan roh kita sendiri dan dengan demikian kita menemukan jalan kearah persatuan, kita mengalami segala sesuatu dalam keserasian, segala pengalaman kita dilihat dan diluruskan sesuai dengan kehendak Allah.

Rabu, 13 Mei 2015

Memasuki Misteri Kristus

Melalui pengalaman meditasi kita memahami bahwa setiap dari kita, artinya setiap manusia, adalah dalam hubungan yang kreatif dengan Allah melalui Kristus. Meditasi menjadi begitu penting karena sewaktu hubungan kita dengan Kristus semakin dekat, kita menyadari bahwa hubungan kita satu sama lain menjadi lebih dekat. Ketika kita menyadari hal itu sebagai pribadi, kita juga menyadarinya bahwa perkembangan pribadi kita dan perziarahan batin kita bukan saja merupakan urusan kita pribadi. Hal itu juga melibatkan tanggung jawab kita pada seluruh umat manusia.

Selasa, 05 Maret 2013

Aku Bukan Apa-apa

Lent Daily Reflections by Laurence Freeman OSB.
Selasa Minggu III Prapaskah



"Aku tidak punya apa-apa, aku tidak ingin apa-apa, aku tidak tahu apa-apa." Inilah kalimat yang selalu diucapkan oleh para mistikus abad pertengahan dan terkesan negatif bagi telinga kita dan kata ganti orangpun disorot penuh kecurigaan. Terlalu banyak aku untuk menonjolkan pernyataan tidak pada dirinya


Rabu, 31 Oktober 2012

Apakah yang kamu cari?

Fr. Siriakus Maria Ndolu, OCarm

Sebuah kisah tentang penampilan pertama dalam Injil itu (lih Yoh 1:35-39). Dengan membacanya kita barangkali dibantu untuk menempatkan diri kita pada momen peristiwa itu terjadi. Dalam cara ini kita melihat bagaimana kita merasa terlibat dan menjadi bagian dari kisah itu.

Minggu, 23 September 2012

Perjalanan Meditasi Kita

Siriakus Maria Ndolu, OCarm


Perjalanan meditasi pada dasarnya adalah sebuah perziarahan ke dalam pusat hati kita, tempat yang sangat suci di mana Roh Kudus tinggal dan kita menemukan Kristus. Bapa padang gurun abad IV, Evagrius, menggambarkan tahap-tahap yang akan kita lalui dalam perjalanan dan perziarahan rohani kita, yaitu :