Kamis, 30 Juli 2020
Menjauhkan Dari Keegoisan
Rabu, 10 Juni 2015
Tergoda untuk Menyerah
Jumat, 27 Maret 2015
JUMAT MINGGU KELIMA PRAPASKAH
Selasa, 24 Maret 2015
SELASA MINGGU KELIMA PRAPASKAH
Sabtu, 24 Januari 2015
KEARIFAN DOA KONTEMPLATIF
Selasa, 28 Oktober 2014
Terbuka Pada Hadirat Allah
Sabtu, 10 Mei 2014
PELANTURAN DALAM MEDITASI
Sabtu, 12 Oktober 2013
APA YANG KITA HARAPKAN DARI MEDITASI
Rabu, 29 Mei 2013
Keluar dari penjara ego
Selasa, 05 Maret 2013
Aku Bukan Apa-apa
Jumat, 01 Maret 2013
Memajukan Keadilan Sosial Melalui Latihan Kontemplatif
Rabu, 27 Februari 2013
Melepaskan Diri
Selasa Minggu II Prapaskah 2013
Rabu, 20 Februari 2013
Selasa Minggu I Prapaskah
Minggu, 23 September 2012
Perjalanan Meditasi Kita
Minggu, 08 Juli 2012
MODEL-MODEL DOA
Pada umumnya, ada dua model doa dan spiritualitas. Tradisi Kataphatik adalah salah satunya dimana kata-kata dan gambaran digunakan didalam doa dan itu secara umum dihubungkan dengan Barat. Tradisi Apophatik adalah suatu cara doa tanpa gambaran yang secara umum dihubungkan dengan Timur.
Jumat, 08 Juli 2011
MEDITASI MAMPUKAN KITA LEPASKAN EGO
Hal ini berbahaya. Anda bermeditasi tidak untuk mengalami sebuah pengalaman. Anda bermeditasi untuk masuk kedalam pengalaman.
Kamis, 03 Maret 2011
MALAM YANG GELAP
" ..Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Mat 6:33)
Renungkanlah kata-kata dari St. Yohanes dari Salib:
Malam yang gelap gulita
Terbakar oleh kerinduan cinta yang berkobar-kobar
Oh, rahmat yang tak terkatakan
Aku keluar tak terlihat
Rumahku sekarang seluruhnya hening
Itu adalah keheningan doa yang dijelaskan dengan begitu indah oleh St. Yohanes dari Salib dalam puisinya. Keheningan doa kita merupakan kesempatan bagi kita untuk keluar dari kegelapan malam, memasuki malam dimana kita dipenuhi oleh cahaya cinta. Sekali lagi, anda yang sudah bermeditasi cukup lama akan mengetahui bahwa apa yang diperlukan oleh kita adalah kesetiaan untuk bermeditasi setiap hari dalam kesederhanaan, tidak diganggu oleh segala penegertian, tidak diganggu oleh segala pengetahuan karena pengertian kita, pengetahuan kita begitu terbatas, melainkan kita menjadi terbuka pada kasih Tuhan.
Didalam kasih-Nya, semua pengetahuan, semua pengertian diberikan dan itu semua diberikan tidak dalam bentuk yang terbatas, melainkan bentuk yang tak ada batasnya. Itu semua akan menjadi kepunyaan kita, sekarang dan sepanjang segala abad. Karena dengan hati terbuka pada cinta kasih Tuhan yang tidak terbatas, kita sekarang sungguh abadi. Kesederhanaan, kesetiaan dan kemiskinan.
Rumah yang harus kita tinggalkan adalah ego kita dengan segala nafsu untuk memiliki, merasa diri penting - kita harus meninggalkannya dan kita harus keluar menuju Tuhan yang memerdekakan dan tak terbatas.
Bagaimana kita melakukan ini semua? hanya dengan prioritas yang jelas didalam pikiran kita, di dalam hati kita, dan prioritas kita adalah Kerajaan Allah yang kita cari, tidak di tempat ketiga, atau di tempat kedua, tidak pada jam ke enam, tidak pada jam ketiga, tetapi di tempat pertama dan setiap jam. Waktu-waktu meditasi kita adalah seperti waktu penantian tetapi Tuhan selalu beserta kita dan kita selalu mencari-Nya dan kita selalu mencintai-Nya. Prioritas kita haruslah jelas : Kerajaan Allah yang pertama.
(The Teaching of John Main on Christian Meditation - WCCM Sby)














