Tampilkan postingan dengan label Daily Lent Reflections. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Lent Reflections. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

SABTU MINGGU KEDUA PRAPASKAH



 WCCM Lent Reflections 2015
Saturday 2nd week Lent
Lukas 15: 1-3, 11-32:
Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Agak seperti Paus Fransiskus, Yesus mendapat pemahaman dan dukungan lebih dari luar institusi agama daripada dari dalam. Namun itulah yang umumnya terjadi pada pemikir radikal dan kaum reformis. Mereka memahami kesederhanaan inti misi mereka; dan untuk menyederhanakan sistem kekuasaan yang kompleks pastilah membuat anda menjadi musuh.

Senin, 11 Maret 2013

Kisah Dua Orang Bersaudara


Lent  Daily Reflections - Laurence Freeman
Hari Minggu IV Prapaskah 2013


Takut dan dendam adalah dua kekuatan yang paling merusak dalam hati manusia. Ketika kita dalam cengkeramannya, kita diyakinkan bahwa perasaan-perasaan itu benar. Masing-masing melampiaskan kejahatannya ke segala segi kehidupan kita karena mereka bertumbuh, atau jadi semakin buruk, dengan diyakinkan bahwa kita dikasihi bukan untuk diri kita sendiri. Kita boleh mengenal cinta, bahkan mencintai, tetapi sinarnya perlu waktu agar dapat menembus kedalaman yang paling gelap dari pikiran kita. Keselamatan, penebusan, pencerahan, pembebasan - terdapat di dalam cahaya kasih yang menghalau semua kegelapan yang masih tersisa.

Jumat, 01 Maret 2013

Menjaga Hati

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB.
Kamis Minggu II Prapaskah.



Kebanyakan dari kita sekarang ini mungkin merasakan sedikit bahkan kegagalan yang sangat terhadap latihan prapaskah kita. Kita tidak menyelesaikannya dengan baik. Atau barangkali kita seharusnya dapat melakukannya dengan lebih baik. Pemeriksaan hati nurani sesekali dapat bermanfaat untuk menghilangkan umpan balik negatif yang memutar kita turun. Hal ini juga dapat membantu untuk memutuskan rasa sadar diri yang mendasari pemisahan antara yang nyata dan yang dibuat-buat.

Senin, 25 Februari 2013

Menjadi Manusia Pemberi


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman OSB.
SENIN MINGGU II PRAPASKAH 2013

Berilah maka hadiah-hadiah akan engkau dapatkan: suatu takaran penuh, dipadatkan, digoyang-goyangkan dan digilas akan dicurahkan ke dalam ribaanmu; sebab jumlah ukuran yang kamu gunakan akan diukurkan kembali kepadamu. (Luk 6: 37)

Tahap pertama dari memberi (salah satu latihan Prapaskah kita) adalah untuk menunda pengambilan – atau sekurang-kurangnya mengambil seadanya saja. Saya sering heran dan disadarkan betapa banyaknya saya menerima begitu saja; betapa beruntungnya saya menerima kemurahan hati orang lain tanpa ada rasa syukur secara tulus yang muncul dari rasa heran itu dan dari rasa diri tidak berharga (bukan penolakan diri). Ketika hal itu terjadi, suatu ukuran rasa syukur sebenarnya dirasakan. Kemudian setelah bersyukur atas hal ini atau itu, kita akan dipenuhi oleh rasa terima kasih sederhana apa adanya – yang sebenarnya merupakan keadaan kesadaran murni, merasakan doa murni.


Minggu Kedua Prapaskah 2013

Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB

Petrus dan teman-temannya sudah terlelap, tetapi mereka tetap terjaga dan melihat kemuliaan-Nya. (Lukas 9: 31)

Injil hari ini mengenai Transfigurasi. Yesus mengajak tiga orang murid yang paling dipercayainya ke atas bukit dan terjadi transfigurasi fisik di depan mereka. Suara Allah berbicara dari awan yaitu kehadiran ilahi. Kehadirannya secara nyata sehari-hari ini selalu tampak dan tersembunyi silih berganti.

Sabtu, 23 Februari 2013

Sabtu Minggu I Prapaskah 2013


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB

Sebagian besar ilmuwan di jaman kita ini tidaklah materialistis. Mereka mengamati alam semesta seperti jaringan keterkaitan, ruang antara benda-benda yang sebenarnya adalah medan hubungan energi – selama ini adalah sumber pemahaman baru tentang manusia, alam semesta dan yang ilahi.

Kamis, 21 Februari 2013

Rabu Minggu I Prapaskah


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman,


Anak-anak butuh adanya kebiasaan. Kita semua selalu memperbaharuinya seturut keadaan yang berubah Kebiasaan adalah sumber rasa aman dan rasa percaya diri dalam hidup. Tetapi kita semua ingin menghindar dan bebas dari itu - suatu yang kita pikir dapat kita kendalikan dan kita sebut sebagai liburan. 


Kita akan bagaimana jadinya tanpa kebiasaan? Pada tingkat kejiwaan, kebiasaan memberi ketenangan batin (meskipun seringkali kita merasa terjebak). Secara kejiwaan kita mengulang kebiasaan dan pola pikiran yang membosankan itu. Kita sebenarnya jarang memikirkan karena kita hanya mengulang kebiasaan lama menanggapi perasaan yang menyamar sebagai pemikiran. 

Rabu, 20 Februari 2013

Selasa Minggu I Prapaskah

Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman.


Beberapa waktu yang lalu ketika saya di India, salah seorang pemandu kami menyatakan bahwa ia dan keluarganya adalah ahli nujum dengan ini menambahkan pengetahuannya pada tempat yang sedang kami kunjungi. Tak lama kemudian orang-orang diam-diam mendekati dan meminta dia untuk membaca telapak tangan mereka. Seperti biasa tanggapannya adalah – ‘luar biasa, bagaimana dia bisa tahu ya…’ dsb.

Selasa Minggu I Prapaskah

Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman 


Kebiasaan sangat menentukan siapa diri kita. Namun kita salah menganggap bahwa ‘hidup’ kita itu alamiah dan terima saja apa adanya. Tentu saja bukan demikian dan kita sebaiknya tidak demikian. Hidup kita dapat berbalik dari atas kebawah dan dari dalam keluar hanya dalam sekejap mata. Semua susunan saraf kita menyusut dan pecah dan kita harus mulai dari awal lagi. Kita ‘membangun kembali hidup kita’ sebagai kebiasaan yang benar-benar dipasang kembali di otak dan tubuh kita yang terluka. 




Selasa, 19 Februari 2013

Senin Minggu I Prapaskah


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman.


Kitab Keluaran secara tradisional,adalah kitab pendamping Prapaskah. Kitab ini menceritakan kisah - atau tepatnya mitos dasar - tentang pelarian bangsa Israel dari tindasan di Mesir. Catatan sejarah tidak mendukung secara harfiah kisah ini namun hal ini merupakan salah satu cerita lanjut tentang arti,kemanusiaan. Suatu kebenaran yang lain lagi.

Senin, 18 Februari 2013

Minggu Pertama Pra Paskah 2013


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman


Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, meninggalkan sungai Yordan dan dituntun oleh Roh Kudus ke padang gurun, disitu dicobai oleh iblis selama empat puluh hari. Selama waktu itu Dia tidak makan apa-apa dan akhirnya Dia lapar. 


Orang Kristiani selama empat puluh hari masa Prapaskah mencerminkan Yesus saat berada di padang gurun, yaitu setelah Dia dibaptis dan sebelum memasyarakatkan ajaran-Nya yang berbahaya. Tiga macam godaan yang datang pada akhir masa puasa-Nya yaitu ego – kesombongan, hawa nafsu dan kekuasaan– pada saat Dia lapar.