Senin, 03 Agustus 2020
Masuk dalam keheningan
Minggu, 03 September 2017
Belajar Menjadi Sederhana
Sabtu, 29 Juli 2017
Menjadi sederhana - (2)
Minggu, 23 Juli 2017
Menjadi diri sendiri
Sabtu, 21 Januari 2017
Menjadi sederhana 1
Senin, 08 Februari 2016
Menjadi sederhana
Kamis, 02 Juli 2015
Terbuka pada Roh
Rabu, 17 Juni 2015
Berani Untuk Memulai
Minggu, 21 September 2014
Panggilan Untuk Mengenal Allah.
Selasa, 29 Juli 2014
MEDITASI KEBUTUHAN ROH KITA
Selasa, 15 Juli 2014
PANGGILAN BERMEDITASI
Kamis, 30 Januari 2014
KESEDERHANAAN YANG PENUH
Rabu, 24 Juli 2013
Meditasi begitu sederhana
Kamis, 02 Agustus 2012
Sekali lagi tentang Pengenalan Meditasi Kristiani
Fr. John Main, OSB seorang rahib Benediktin kelahiran London 1926, menemukan tradisi doa ini dalam ajaran Yohanes Kasianus dan para bapa dan ibu Padang Gurun dari abad ke 4, yang semuanya kemudian mempengaruhi ajaran St. Benediktus tentang doa.
Senin, 23 April 2012
Seminar Meditasi Untuk Anak : Tantangan dan Harapan
Sabtu, 11 Juni 2011
DARI DALAM GELAP TERBITLAH TERANG
Senin, 18 April 2011
SAKRAMEN MASA KINI
Kita selalu diingatkan bahwa kita tidak dapat memaksakan proses meditasi dengan cara apapun. Atau dengan kata lain, kita tidak dapat mempercepat proses alami meditasi. Mantra akan berakar dengan sendirinya dalam hati kita kalau kita tekun dan setia mengucapkannya. Kita tidak perlu menanyakan pada diri kita, "Sejauh mana saya maju? Apakah saya mengucapkan mantra, menggemakan atau mendengarkannya?". Jika kita memaksakan proses atau selalu memperhatikan kemajuan yang sudah dicapai, maka dapat dikatakan bahwa kita tidak bermeditasi karena perhatian kita terpusat pada diri kita sendiri, mementingkan diri kita sendiri, memikirkan diri kita sendiri. Meditasi membutuhkan kesederhanaan yang penuh. Kita dipimpin menuju pada kesederhanaan yang penuh itu, tetapi kita mulai dan terus mengucapkan mantra.
(The Teaching of John Main on Christian Meditation - wccm sby)
Minggu, 23 Januari 2011
MEDITASI KRISTIANI ADALAH SEDERHANA
Kami berbicara pada anda sebagai rahib Benekditin dan pesan pada anda adalah kita diwariskan, anda dan saya, pada saat ini, tradisi rohani yang kaya dan panjang dan tradisi ini telah berjalan dan bertahan selama ratusan tahun, walaupun banyak serangan terhadapnya, walaupun banyak kesalahpahaman dan walaupun diabaikan.
Tetapi yang saya pikir harus kita pahami adalah tradisi tidak dapat bertahan oleh karena hanya dibicarakan saja atau dengan ditulis. Sebuah tradisi akan tetap bertahan hidup dan tumbuh hanya apabila manusia dapat mengalami sendiri tradisi itu. Dengan kata lain, kita tidak hanya mewariskan sebuah tradisi tetapi kita harus menciptakan kembali tradisi dalam setiap generasi dan kita menciptakan kembali dengan menemukannya dari pwengalaman kita dan pada waktu itu ditemukan, tradisi itu menjadi hidup. Itu merupakan tradisi yang hidup dan hidup yang mempunyai kekuatan. Itu menjadi hari yang hidup dan mempunyai kekuatan untuk menyinari, untuk menuntun dan untuk menghangatkan.
(The Teaching of John Main on Christian Meditation - WCCM Sby.)
Kamis, 09 Desember 2010
MEDITASI JALAN SEDERHANA
Yang penting anda menyadari bahwa anda dalam perjalanan, dalam suatu perziarahan - menuju kebebasan roh, kemerdekaan - anda dalam perjalanan menuju pada kesadaran yang membuka tabir 'kesadaran yang berpusat pada diri sendiri'. Ini adalah kebebasan anda tidak terperangkap lagi di dalam diri anda. Jalan selanjutnya, jalan kedepan bagi anda untuk bersatu, dengan Tuhan, dalam Yesus, melalui Roh Kudus.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, pokok permasalahan bagi kita adalah bahwa jalan ini sederhana. Yesus berkata : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga" (Mat 18:3). Saya mengatakan ini kepada anda dari sebuah tradisi yang diikuti oleh laki-laki dan perempuan. Dengan itu, mereka menjadi suci, mereka hidup sebagai manusia yang utuh : Mencintai, ramah, memaafkan, penuh pengertian dan, diatas segalanya, penuh sukacita. Sukacita yang berasal dari kesucian : dimana kita menemukan dalam diri kita, keserupaan kita dengan Tuhan; Tuhan, seperti yang dikatakan dalam surat rasul Yohanes, adalah kasih. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih" (1 Yoh 4:8)
(The Teaching of John Main on Christian Meditation)














