Tampilkan postingan dengan label kejernihan batin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejernihan batin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

Tuhan Tinggal di Hati Kita


Pohon dapat tumbuh dengan baik bila ia mempunyai akar yang kuat. Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Sebagai umat Kristiani, kehidupan rohani kita dapat berkembang dengan baik bila kita benar-benar berakar pada Kristus. Saya pikir dalam arti sebenarnya meditasi berarti kembali pada diri kita yang sesungguhnya. Para Bapa Padang Gurun menyebutnya sebagai 'hati yang murni'. Panggilan Yesus kepada setiap orang dari kita terhalang oleh egoisme kita, gambaran-gambaran kita dan keinginan-keinginan kita.

Senin, 06 Agustus 2012

Sinar Cinta

Siriakus Maria Ndolu, OCarm.

"Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh 3:14-16)

Meditasi adalah sebuah proses yang memungkinkan kita untuk memiliki "MATA KETIGA". ia membantu kita, tidak untuk melihat segala sesuatu yang berbeda-beda, tetapi untuk melihat segala sesuatu "secara berbeda"! Itulah fungsi "Mata ketiga" kita: melihat secara berbeda! Di dalam meditasi, kita mengangkat aspek gelap hidup kita seperti cacat cela dan berbagai kelemahan kita kedalam sinar cinta Allah dimana aspek gelap diri kita mati. 

Kamis, 28 Juni 2012

Doa : Sebuah Transformasi Diri

Siriakus Maria Ndolu, OCarm.

Doa (relasi dengan Allah) dimulai dengan undangan Allah.
Inilah dasar sebuah doa (relasi) yang tidak pernah boleh dilupakan. Allahlah yang mulai berinisiatif mengundang kita dalam berbagai macam cara. Allah mengundang kita untuk melakukan sebuah perjalanan, sebuah perjalanan ke dalam diri-Nya. Sebab, memang sejak semula Allah ingin agar manusia mengambil bagian dalam hidup Ilahi-Nya. Jika kita menolak, Allah akan menanti dan pada saatnya, Ia akan sekali lagi mengundang kita dengan cara lain. Allah tidak pernah menyerah.

Senin, 07 Mei 2012

Merayakan Kasih Tuhan

Siriakus Maria Ndolu, OCarm

Kasih harus dipestakan, itulah sesungguhnya yang dilakukan Yesus pada malam perjamuan terakhir. Yesus mengungkapkan cinta-Nya dengan makan bersama. Ia memberi Roti Kehidupan yaitu Tubuh dan Darah-Nya sendiri, dengan harapan agar setelah para murid-Nya dikuatkan dan dikenyangkan oleh makanan itu, mereka melayani umat. Dan itu diungkapkan Yesus dengan mencuci kaki para murid-Nya, Yesus melayani.

Rabu, 05 Januari 2011

MEDITASI MENUNTUN KEJERNIHAN BATIN


Pohon dapat tumbuh dengan baik bila ia mempunyai akar yang kuat. Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Sebagai umat Kristiani, kehidupan rohani kita dapat berkembang dengan baik bila kita benar-benar berakar pada Kristus. Saya pikir dalam arti sebenarnya meditasi berarti kembali pada diri kita yang sesungguhnya. Para Bapa Padang Gurun menyebutnya sebagai "hati yang murni". Panggilan Yesus kepada setiap orang dari kita terhalang oleh egoisme kita, gambaran-gambaran kita dan keinginan-keinginan kita.

Meditasi menuntun kita pada kejernihan batin yang berasal dari kesederhanaan yang asli dan abadi. Sehingga kita merasa puas dengan berada bersama Yesus, merasa puas dengan kesederhanaan seorang anak untuk mengucapkan sebuah kata, satu kata kita, dari awal sampai akhir.

Untuk memulai meditasi kita tidak memerlukan apa-apa kecuali kemauan untuk mulai. Untuk mulai menemukan akar kita, mulai menemukan potensi kita, mulai untuk kembali ke sumber kita. Dan Tuhan adalah sumber kita. Dalam kesederhanaan meditasi yang melampaui segala pikiran, imajinasi kita mulai menemukan bahwa kita dalam Tuhan; kita mulai memahami bahwa kita dalam Tuhan. Tuhan tinggal bersama kita. Kita berusaha menerangkan tumbuhnya kesadaran ini, yang kita temukan dalam keheningan dan komitmen harian kita, sebagai "kesadaran yang utuh".

Keagungan dari iman Kristiani adalah bahwa setiap orang dari kita diundang untuk masuk dalam persatuan yang penuh kasih dengan Tuhan. Ini menjadi alasan mengapa Yesus datang ke dunia, yaitu untuk mewartakan kabar gembira (bdk Luk4:43) dan agar manusia dapat mencapai persatuan yang penuh kasih dengan Tuhan. Setiap dari kita diundang untuk bersatu dengan Tuhan.


(The Teaching of John Main on Christian Meditation)