Tampilkan postingan dengan label doa iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa iman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Desember 2013

Minggu, 24 Maret 2013

Minggu Palma 2013

Holly Week Reflections
oleh : Laurence Freeman, OSB

Tanpa kasih tidak ada belas kasih. Eros juga harus ada dalam adonan jika harus ada agape. Jika tidak ada rasa ketertarikan tidak ada yang dapat mendorong kita memasuki transendensi.

Tetapi kasih dapat terlepas dari formula ini dan berdiri sendiri – hanya melayani nafsu dan kepentingan-kepentingannya sendiri. Kasih berubah menjadi kekuatan jahat dalam jiwa kita yang mengakibatkan kehancuran dunia di sekitar kita. Kita terpental kesana kemari dari hasrat menjadi kejenuhan sebelum kita mulai mencari obyek lain untuk diinginkan. Kecanduan segera mengajarkan kita penderitaan yang terkandung di dalamnya. Bagaimana hal ini terjadi, ceritanya sungguh rumit. Namun jalan keluarnya sederhana: mengijinkan diri anda untuk dikasihi. 

Senin, 06 Agustus 2012

Sinar Cinta

Siriakus Maria Ndolu, OCarm.

"Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh 3:14-16)

Meditasi adalah sebuah proses yang memungkinkan kita untuk memiliki "MATA KETIGA". ia membantu kita, tidak untuk melihat segala sesuatu yang berbeda-beda, tetapi untuk melihat segala sesuatu "secara berbeda"! Itulah fungsi "Mata ketiga" kita: melihat secara berbeda! Di dalam meditasi, kita mengangkat aspek gelap hidup kita seperti cacat cela dan berbagai kelemahan kita kedalam sinar cinta Allah dimana aspek gelap diri kita mati. 

Selasa, 30 Agustus 2011

ALLAH ADALAH CINTA


Bila kita menemukan roh kita, diri kita yang sejati, maka ini merupakan sebuah pengalaman sukacita yang tak terlukiskan, sukacita yang membebaskan. Agar kita dapat secara berangsur-angsur menanggalkan segala imajinasi yang sudah melekat dengan kita, memerlukan sikap tertentu yang sangata ditekankan dalam ajaran St Paulus yaitu keberanian, iman, komitmen dan ketekunan. Sifat-sifat inilah yang memampukan kita untuk bertahan dengan komitmen harian kita dalam perziarahan rohani, ketekunan untuk bermeditasi dua kali sehari dan ‘semangat kemiskinan’ yang terjadi karena kita dengan setia mengucapkan mantra kita. Buah-buah roh ini tidak muncul dengan sendirinya tetapi merupakan buah-buah cinta kasih, anugerah dari Roh Kudus yang membawa kita kepada diri-Nya, kepada cinta yang mendalam. Tidak ada jalan menuju kebenaran atau Roh yang bukan jalan cinta. Allah adalah cinta.