Tampilkan postingan dengan label holly week reflections 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label holly week reflections 2013. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

MINGGU PASKAH

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB

Kebangkitan digambarkan – bukan sebagai peristiw yang mungkin sudah terekam jika sudah ada seorang juru kamera pada waktu itu – namun sebagai sebuah pengalaman dalam diri seseorang kepada siapa Dia menampakkan diri. Pengalaman ini adalah sebuah pengalaman pribadi yang sungguh mendalam dan sekaligus juga pengalaman bersama yang sangat kuat. Pengalaman ini mengubah pribadi yang merasakannya dan menciptakan komunitas yang percaya diri dan terpusat pada orang lain dari kelompok yang dahulunya ketakutan, peragu yang patah hati.


Sabtu, 30 Maret 2013

Sabtu Sepi

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB


‘Sesuatu yang aneh sedang terjadi hari ini’. Seorang penulis Kristiani dari abad kedua dalam pengajarannya yang bagus pernah berusaha untuk mengungkapkan pengalaman kehadiran tidak hadir yang mengisi kekosongan setelah penguburan Yesus.

Setiap orang yang menguburkan orang yang dikasihinya merasakan keanehan yang mengikuti ritual dan pendampingan keluarga serta sahabat-sahabat ini. Dalam lelucon dan kisah-kisah saat berkumpul setelah acara tersebut, ada ijin, di dalam kesepakatan sosial, untuk menyingkir sejenak dari rasa kehilangan dan kekosongan ini.

Kamis, 28 Maret 2013

Kamis Putih 2013

Holly Week Reflections
oleh : Laurence Freeman, OSB.


Dia selalu mengasihi mereka yang menjadi miliknya di dunia, namun sekarang Dia menunjukkan betapa sempurna kasih-Nya itu.

Pada ritual perjamuan terakhir yang Yesus adakan bersama sahabat-sahabat-Nya, Dia merayakannya dengan penuh semangat dan kasih sehingga Dia menjadi santapan. Simbol roti dan anggur, buah-buah hasil bumi dan bahan pokok makanan lokal sehari-hari, muncul sebagai makanan dan perayaan.

Rabu, 27 Maret 2013

Rabu Pekan Suci 2013

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB

‘Yudas, yang akan mengkhianatinya; menjawab katanya, ‘Bukan aku, ya Rabi?’ ‘Engkau telah mengatakannya’ jawab Yesus.’

Ada beberapa unsur yang membuka pikiran di seputar tema pengkhianatan dalam kisah Sengsara. Yesus adalah yang dikhianati, yang paling jelas oleh salah seorang murid-Nya. Tetapi Yesus juga adalah orang yang telah mengetahui dan mengungkapkannya dengan jelas. Yudas berpura-pura tidak bersalah dan berkata ‘Bukan aku’ dan Yesus berkata – bukan untuk pertama kalinya – ‘engkau yang mengatakannya, bukan Aku’. Begitu juga dengan Pilatus dan penguasa-penguasa relijius lainnya yang banyak bertanya kepada-Nya, Dia menghindar untuk terjebak dalam tipu muslihat mereka dan membiarkan kata-kata mereka sendiri yang menjadi jawabannya.

Selasa, 26 Maret 2013

Selasa Pekan Suci 2013

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB

Ada banyak orang yang duduk dan bicara. Lebih sedikit yang berjalan dan berbicara. Bahkan lebih sedikit lagi orang yang dapat membuat berjalan menjadi ungkapan penuh dan terbaik dari berbicara. Dengan tindakan mereka mengungkapkan segala yang dimaksudkan oleh kata-kata mereka. Dalam hal ini mereka memperoleh kefasihan murni keheningan.

Senin, 25 Maret 2013

Senin Pekan Suci 2013

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman OSB.

Retret Pekan Suci kita dimulai di Bere Island kemarin. Orang-orang yang ada di sini datang dari berbagai belahan dunia dan juga orang lokal pulau ini dan Peninsula Beara yang keindahan alamnya luar biasa, lembut dan terjal.

Banyak orang di seluruh dunia juga akan berpartisipasi lewat internet. Sampai tingkat yang luar biasa sekarang ini, ruang telah ditaklukkan oleh teknologi. Tentu saja ada perbedaan besar antara kehadiran maya dan kehadiran fisik, namun kehadiran bukan salah satunya. Yang terpenting adalah perhatian. Seseorang yang hadir secara fisik bisa jadi tidak hadir karena mereka tertidur selama ceramah dan pendengar dari belahan dunia yang lain bisa jadi hadir sepenuhnya karena mereka mendengarkan dengan penuh perhatian.

Minggu, 24 Maret 2013

Minggu Palma 2013

Holly Week Reflections
oleh : Laurence Freeman, OSB

Tanpa kasih tidak ada belas kasih. Eros juga harus ada dalam adonan jika harus ada agape. Jika tidak ada rasa ketertarikan tidak ada yang dapat mendorong kita memasuki transendensi.

Tetapi kasih dapat terlepas dari formula ini dan berdiri sendiri – hanya melayani nafsu dan kepentingan-kepentingannya sendiri. Kasih berubah menjadi kekuatan jahat dalam jiwa kita yang mengakibatkan kehancuran dunia di sekitar kita. Kita terpental kesana kemari dari hasrat menjadi kejenuhan sebelum kita mulai mencari obyek lain untuk diinginkan. Kecanduan segera mengajarkan kita penderitaan yang terkandung di dalamnya. Bagaimana hal ini terjadi, ceritanya sungguh rumit. Namun jalan keluarnya sederhana: mengijinkan diri anda untuk dikasihi.