Tampilkan postingan dengan label Prapaskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prapaskah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2015

SABTU MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015

Saturday 4th  Week Lent
Yoh 7:40-53:
Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.

Untuk menimbulkan masalah, anda hanya perlu jujur. Tapi ada jenis masalah lain jika anda tidak jujur. Anda harus memutuskan untuk menjadi pembuat masalah macam apa.  Mungkin banyak orang ingin menghindar untuk menjadi pembuat masalah karena mereka takut dicambuk; tapi pada akhirnya kita semua harus memutuskan. Apakah kita akan mengatakan kebenaran, menghidupi kebenaran atau menyembunyikannya di balik omong kosong dan setengah kebenaran?

Jumat, 20 Maret 2015

JUMAT MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015

Friday 4th  Week Lent
Yoh 7: 1-2,10,25-30: 
"Yesus berjalan keliling Galilea"

Yesus berjalan dan berkhotbah dan, tentu saja, melaksanakan apa yang Dia katakan. Dia tidak menerbitkan buku atau melakukan interview atau memeriksa dengan penasihat PR-Nya atau bahkan menulis refleksi. Kita tidak tahu apakah Dia mempunyai jadwal atau membuat janji temu. Rasanya Dia hadir dimanapun Dia berada dan melihat kedalaman dimensi, keabadian, jelas hadir dalam setiap pribadi dan setiap peristiwa. Dia seorang yang spontan tapi tidak mengikuti arus. Dia terus menerus bertemu dengan realitas dan realitas juga selalu bergegas untuk bertemu dengan-Nya.  Oleh karena realitas yang mereka pancarkan, orang-orang itu sangatlah menarik, meskipun sering juga menakutkan ketika kita terlalu dekat dengan mereka.

Kamis, 19 Maret 2015

KAMIS MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH



WCCM lent Reflections 2015
Thursday 4th  Week Lent
Luk 2:41-51:
Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka..."

Suatu siang saya bersepeda dengan anak angkat saya. Dia enggan mengakhiri perjalanan dan ngebut duluan sekitar tikungan jalan. Ketika saya berbelok, dia sudah menghilang.  Kemudian diikuti oleh setengah jam terburuk dalam hidup saya. Masing-masing sirine ambulan atau mobil polisi membuat saya takut dan saya melihat yang terburuk dalam setiap orang yang lewat. Saya berusaha mengendalikan rasa takut saya tapi tidak bisa hilang. Akhirnya dia muncul dengan senyuman lebar dan bertanya saya darimana saja dan mengapa saya membuatnya menunggu. Saya merasa amat sangat lega sehingga saya hanya berpura-pura marah.

Senin, 16 Maret 2015

SENIN MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015
Monday 4th  Week Lent
Yoh 4: 43-54:
“Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”

Sepertinya kata-kata yang diucapkan Yesus kepada orang yang datang kepada-Nya dan meminta-Nya untuk datang dan menyelamatkan anaknya yang sekarat terdengar kasar. Yesus kemudian memberitahu orang itu bahwa anaknya akan hidup dan orang itu kembali ke rumah mendapati anaknya sudah sembuh seketika. Sihir atau iman? Inilah pertanyaan yang mengungkapkan dinamika kisah ini dan seluruh Injil.

Minggu, 15 Maret 2015

MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH



WCCM lent Reflections2015
Sunday 4th  Week Lent
Yoh 3:14-21:
“.. melakukan yang benar, ia datang kepada terang.”

Berita televisi akhir-akhir ini menayangkan seorang mantan bankir diwawancarai oleh seorang reporter yang mengikutinya menyusuri jalan dan mengulangi pertanyaan yang sama tentang korupsi dan menerima tanggapan yang sama, ‘no comment’. Dalam adegan tersebut ada sesuatu yang sangat mengganggu dan mencolok. Invasi privasi umum dan mempermalukan. Tuntutan kebenaran yang mendesak dan menolak untuk bicara yang mengatakan lebih dari kata-kata.

Sabtu, 14 Maret 2015

SABTU MINGGU KETIGA PRAPASKAH


WCCM lent Reflections2015
Saturday 3th Week Lent
Lukas 18:9-14:
“..barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Ketika kita ingin menghindari hal-hal detil dan membuat argumentasi yang menyapu semua yang berlawanan kita mengucapkan perkataan seperti ‘ada dua macam orang…’ atau ‘kita bisa melakukan satu dari dua hal…’. Pikiran kita menyukai dualitas karena selalu ada yang menang dan yang kalah. Namun seperti yang Allah dan meditator ketahui, dualitas hanyalah dua pertiga tingkat. Semakin dalam pikiran sub atom berpikir dalam tiga tingkat, maka menang atau kalah tidak menjadi yang utama.

Jumat, 13 Maret 2015

JUMAT MINGGU KETIGA PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015
Friday 3rd Week Lent
Markus 12:28-34:
“Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Saya harap anda sudah menghafal ayat Injil hari ini seperti yang saya anjurkan karena anda akan melatih ingatan anda dari sekarang, dan tidak masalah jika Injil hari ini sedikit lebih panjang. Lebih panjang tapi lebih sederhana daripada yang lainnya: jawaban-Nya atas pertanyaan ‘hukum manakah yang paling utama?’

Kamis, 12 Maret 2015

KAMIS MINGGU KETIGA PRAPASKAH



WCCM lent Reflections 2015
Thursday 3rd Week Lent
Lukas 11:14-23:
“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai beraikan.”

Saya pernah terlambat bermeditasi di suatu malam pada awal retret. Saya sampai di sana hari itu setelah perjalanan panjang; dan badan saya lemah. Saya tahu saya tidak tertidur sampai terjatuh dari kursi tapi rasa kantuk saya membuat perkataan saya tentang duduk tegak dan waspada terdengar kurang berwibawa. Hari berikutnya, salah satu peserta retret bertanya apakah saya mempunyai teknik duduk khusus selama bermeditasi. Saya jawab ‘tidak, mengapa anda bertanya?’ ‘Saya hanya memperhatikan anda,’ jawabnya ‘selama meditasi semalam dan anda goyang ke depan dan ke belakang. Saya pernah melihat beberapa cendikiawan Yahudi membaca kitab suci seperti itu dan saya ingin tahu.’ Reputasi saya selamat.

Rabu, 11 Maret 2015

RABU MINGGU KETIGA PRAPASKAH


WCCM Lent Reflections 2015
Wednesday 3rd Week Lent
Matius 5:17-19:
"Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

Bacaan Injil akhir-akhir ini telah menggambarkan bagaimana Yesus menangani kritik dan penolakan – hal yang paling tidak kita sukai dalam hidup ini. Teladan-Nya tentang integritas total menginspirasi kita untuk mengingat makna keutuhan. Dia mendorong kita untuk berpikir bahwa hal itu mungkin untuk dilakukan oleh manusia.

Selasa, 10 Maret 2015

SELASA MINGGU KETIGA PRAPASKAH


WCCM Lent Reflections 2015
Thursday 3rd Week Lent
Matius 18:21-35:
"Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya."

Hal tersebut di atas disebut restrukturisasi hutang. Dan akan menghemat banyak watku dan politik jika dapat dipraktekkan oleh orang-orang kaya terhadap orang miskin dalam ekonomi global kita. Tapi tidak ada argumentasi verbal yang akan mencapai hal tersebut. Kebijaksanaan visi ulang radikal semacam itu memerlukan keakraban dengan kekuatan keheningan.

Senin, 09 Maret 2015

SENIN MINGGU KETIGA PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015
Monday 2nd week Lent
Lukas 4:24-30:
Yesus berkata kepada orang-orang di sinagoga  di Nasaret: “Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.”

Bagaimana sebuah visi hidup yang secara radikal kontra budaya terhadap gagasan kesuksesan duniawi dapat menjadi agama dunia? Dengan hirarki, penyusun rencana strategis, kekuatan politis dan keinginan untuk membuat semua orang menjadi pengikutnya? Karena visi tersebut tidak takut akan dosa. Karena visi tersebut melihat pendirinya sebagai ‘menjadi berdosa demi kita’. Karena visi tersebut tentang inkarnasi bukan keluhuran.

Minggu, 08 Maret 2015

MINGGU KETIGA PRAPASKAH



WCCM lent Reflections2015
Sunday 3rd Week Lent
Yohanes 2:13-25:
"Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia."

Ketika Dia telah ‘membersihkan Bait Allah’ dengan melempar penukar uang dan pedagang dari pelataran kudus Yesus telah memateraikan nasib-Nya. Satu hal untuk mengajar, seperti yang kita semua tahu, dan hal yang lain untuk melakukan. Ketika anda mulai bertindak atas kebenaran – mengambil resiko menjadi benar dan resiko yang lebih besar lagi dengan menjadi tidak popular karena telah mengguncang kapal – sistem tersebut akan berbalik melawan anda. Kalkun tidak memilih natal dan ayam tidak memilih Paskah.

Sabtu, 07 Maret 2015

SABTU MINGGU KEDUA PRAPASKAH



 WCCM Lent Reflections 2015
Saturday 2nd week Lent
Lukas 15: 1-3, 11-32:
Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Agak seperti Paus Fransiskus, Yesus mendapat pemahaman dan dukungan lebih dari luar institusi agama daripada dari dalam. Namun itulah yang umumnya terjadi pada pemikir radikal dan kaum reformis. Mereka memahami kesederhanaan inti misi mereka; dan untuk menyederhanakan sistem kekuasaan yang kompleks pastilah membuat anda menjadi musuh.

Jumat, 06 Maret 2015

JUMAT MINGGU KEDUA PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015
Friday 2nd week Lent
Matius 21:31-46:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru

Cita-cita ekolog adalah untuk memproduksi energi baru dengan mengolah ulang semua limbah. Apa pun yang sudah dibuang atau ditolak kemudian disatukan kembali menjadi penghematan dan rasa ketenangan batin dan keseimbangan dapat dicapai. Namun hal ini susah untuk dilakukan baik dalam kehidupan batin maupun dalam tingkat global.

Senin, 02 Maret 2015

SENIN MINGGU KEDUA PRAPASKAH

WCCM Lent Reflections
Monday 2nd week Lent 2015
Lukas 6:36-38:
“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.”

Inilah moralitas dasar, sebuah variasi dari aturan emas semua tradisi wisdom – perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan. Aturan ini menjamin dunia yang adil dan damai. Sebagai moralis Yesus tegas dan menuntut namun tidak aneh-aneh.

Minggu, 24 Maret 2013

Minggu Palma 2013

Holly Week Reflections
oleh : Laurence Freeman, OSB

Tanpa kasih tidak ada belas kasih. Eros juga harus ada dalam adonan jika harus ada agape. Jika tidak ada rasa ketertarikan tidak ada yang dapat mendorong kita memasuki transendensi.

Tetapi kasih dapat terlepas dari formula ini dan berdiri sendiri – hanya melayani nafsu dan kepentingan-kepentingannya sendiri. Kasih berubah menjadi kekuatan jahat dalam jiwa kita yang mengakibatkan kehancuran dunia di sekitar kita. Kita terpental kesana kemari dari hasrat menjadi kejenuhan sebelum kita mulai mencari obyek lain untuk diinginkan. Kecanduan segera mengajarkan kita penderitaan yang terkandung di dalamnya. Bagaimana hal ini terjadi, ceritanya sungguh rumit. Namun jalan keluarnya sederhana: mengijinkan diri anda untuk dikasihi. 

Rabu, 20 Maret 2013

Belajar Kebijaksanaan dari Yesus


Lent Daily Reflections - Laurenca Freeman, OSB
RABU MINGGU V PRAPASKAH 2013.

Kecanggihan adalah suatu sifat yang berbahaya dan seringkali menipu. Yang tampaknya canggih - sopan, cerdik, cerdas, duniawi - sebenarnya bisa jadi sangat bodoh dan naif.

Kata itu menunjukkan kebijaksanaan (sofia). Tetapi jika diterapkan pada lulusan sekolah filsafat, kata tersebut dihubungkan dengan mencari uang dari mengajarkan kebijaksanaan dan dengan merumitkan serta memalsukan kemurnian kebenaran. Banyak lembaga pendidikan tinggi kita sekarang ini juga sangat canggih dan rumit organisasinya. Mereka mempunyai anggaran besar dan dijalankan dengan tujuan perolehan uang tetapi mereka tidak lagi membangkitkan dan memelihara cinta akan kebenaran dan semangat belajar siswanya.

Selasa, 19 Maret 2013

Menerima Diri Kita Sebagai Anugerah


Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
SELASA MINGGU V PRAPASKAH.

Ken Wilber suatu saat tergerak untuk menuliskan kisah tentang cara ia merawat istri yang baru dinikahinya yang menderita sakit sampai saat terakhirnya. Bagi mereka yang mengenal tulisan-tulisannya yang lain akan menghargainya, dia terlahir cerdas dengan selera yang tinggi untuk mendapatkan dan menyatukan pengetahuan dan pemahamannya. Buku-bukunya semakin panjang jadinya. Namun setelah jelas bahwa kanker istrinya sudah tidak dapat diobati lagi, dia meninggalkan semua kegiatan dan minatnya, konsentrasi sepenuhnya untuk merawat dan berada bersama istrinya. Ketika kegiatan tersebut semakin membuatnya stres, dia mulai tegang tidak tertahankan. Pertanda buruk mulai muncul terbayang setelah seorang temannya mengatakan kepadanya untuk menggunakan waktu paling tidak satu atau dua jam sehari melakukan karya intelektualnya, ini dengan bijak diturutnya.

Senin, 18 Maret 2013

Hanya Satu Guru

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
SENIN MINGGU V PRAPASKAH 2013

Ketika saat krisis, orang akan mencari seseorang disekitarnya yang tampaknya tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.Ini seringkali menjadikan bencana.



Sebuah negara terpecah dan orang melihat seseorang yang sangat percaya diri dan sarat dengan kenangan mulia. Sebenarnya kepercayaan dirinya didapat dari adanya kesempatan. Dia tahu bahwa inilah saatnya untuk menggunakan kekuasaan dan dia memiliki intuisi yang meyakinkan tentang cara melakukannya. Dia tidak begitu peduli untuk memimpin rakyat menuju ke tempat yang lebih baik, dia hanya menjalankan tugas saja. Mungkin ini meredakan kecemasan yang sangat dan rasa tidak aman di dalam dirinya ,ini hanya dapat ditanggungnya jika dia dapat menguasai dan mengendalikannya.

Terjebak Dalam Perzinahan

Lent Daily Reflection - Laurence Freeman, OSB
HARI MINGGU V PRAPASKAH  2013

Ketika seluruh rakyat datang kepada-Nya, Ia duduk dan mengajar mereka.....Kemudian Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.....(Yohanes 8: 1-11)



Seperti halnya dengan Socrates dan Budha, Yesus mengajarkan secara lisan. Dia tidak meninggalkan buku ataupun risalat dan semua yang kita ketahui mengenai pengajaran-Nya adalah terjemahannya. Seakan tampaknya ada jarak besar antara Dia dan kita. Dalam beberapa hal memang demikian. Pada masa Yesus, kata-kata-Nya sangat mengena perasaan terdalam mereka, sedangkan kita bahkan tidak tahu secara tepat kata-kata yang sebenarnya Ia gunakan.