Tampilkan postingan dengan label buah meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah meditasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2015

JUMAT MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015

Friday 4th  Week Lent
Yoh 7: 1-2,10,25-30: 
"Yesus berjalan keliling Galilea"

Yesus berjalan dan berkhotbah dan, tentu saja, melaksanakan apa yang Dia katakan. Dia tidak menerbitkan buku atau melakukan interview atau memeriksa dengan penasihat PR-Nya atau bahkan menulis refleksi. Kita tidak tahu apakah Dia mempunyai jadwal atau membuat janji temu. Rasanya Dia hadir dimanapun Dia berada dan melihat kedalaman dimensi, keabadian, jelas hadir dalam setiap pribadi dan setiap peristiwa. Dia seorang yang spontan tapi tidak mengikuti arus. Dia terus menerus bertemu dengan realitas dan realitas juga selalu bergegas untuk bertemu dengan-Nya.  Oleh karena realitas yang mereka pancarkan, orang-orang itu sangatlah menarik, meskipun sering juga menakutkan ketika kita terlalu dekat dengan mereka.

Jumat, 05 Desember 2014

Hidup Dengan Cinta Kasih

Nasihat praktis dari Meditasi Kristiani adalah, dengan kesetiaan kita pada ziarah iman ini dan keterbukaan kita pada cinta yang bersemayam dalam diri kita, kita mulai memahami bahwa pekerjaan mulia dalam hidup ini adalah mengkomunikasikan cinta kasih ini, untuk membantu orang lain melihat cahaya ini. Jika kita sendiri memahami ini dan melihat semuanya dengan cahaya cinta kasih, kita belajar untuk hidup dengan cinta kasih.

Rabu, 19 Juni 2013

Meditasi proses pertumbuhan



Kata-doa yang saya sarankan pada anda untuk diucapkan, kata dalam bahasa Aram yaitu maranatha, diucapkan tanpa menggerakkan bibir anda, diucapkan dalam hati anda, dan anda harus terus menerus menggemakankan dari awal samapi akhir waktu meditasi anda. Meditasi adalah proses pertumbuhan, pertumbuhan secara rohaniah, dan seperti semua proses pertumbuhan, ada waktunya sendiri-sendiri. Ini adalah proses yang organik. 

Sabtu, 23 Februari 2013

Jumat Minggu I Prapaskah 2013


Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB.


Seperti kita ketahui kisah Marta dan Maria dalam Injil Lukas, stres bukanlah kejadian yang baru. Stres ini sudah melekat dalam jiwa manusia yang kadang-kadang kita merasa tidak dapat mengatasinya. Hidup rasanya menyesakkan, kita rasanya terasing dan putus asa.


Stres tentu saja ada hubungannya. Stress pada seseorang bisa menjadi kesenangan bagi orang lain. Mungkin karena desakan adrenalin atau kebutuhan alami untuk melampaui keterbatasan kita, seorang olah ragawan atau pengusaha wanita menikmati diri mereka berada dalam keadaan yang penuh stres. Sedangkan yang lainnya lebih memilih hidup tanpa gejolak dan menerima dengan nyaman sesuai dengan kemampuan dirinya.

Rabu, 17 Oktober 2012

Ketekunan: Pintu menuju Hidup yang Berbuah



Fr. Siriakus Maria Ndolu, OCarm

 "Yang menabur dengan bercucuran air mata, 
akan menuai dengan bersorak-sorai,
Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya;
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panennya"
(Mzm 126:5-6)

Dalam perjalanan rohani, ketekunan merupakan sikap mental-sikap batin atau keutamaan yang hakiki. Ketekunan memampukan orang untuk terus berada dalam perjalanannya bahkan ketika ia memasuki padang gurun. Nasihat para pertapa kuno : "bertahan, jangan lari" merupakan nasihat untuk tetap bertekun.

Minggu, 12 Agustus 2012

Legenda Pohon Bambu

Siriakus M. Ndolu, OCarm.

Petikan dari Kabar Gembira Yohanes (12:20-25)  : "Jikalau biji gandum tidak jatuh kedalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk kehidupan yang kekal"

Orang-orang Yunani yang datang ke Yerusalem dan dibawa oleh Filipus dan Andreas kepada Yesus dalam bacaan itu, diajarkan kebijaksanaan Injil - yang juga diabadikan dalam kisah China "Legenda pohon bambu" yang mengisahkan kerelaan pohon bambu yang rimbun untuk dipangkas raja agar tanaman-tanaman bunga yang di naunginya dapat tumbuh dengan baik sehingga menjadi taman yang indah, disisi lain pohon bambu itu sendiri bertunas banyak.

Kamis, 01 September 2011

MEDITASI SUATU PANGGILAN

Panggilan untuk bermeditasi merupakan undangan untuk tidak hidup berdasarkan pengalaman dari tangan kedua. Panggilan itu ditujukan pada setiap diri kita untuk mengenal hidup rohani kitadan menemukan sendiri kekayaan dari kemampuan manusia yang bersumber pada yang Ilahi, dalam kuasa ilahi. Itu juga merupakan undangan untuk terbuka pada kuasa tersebut, untuk dikuatkan oleh-Nya dan untuk masuk dalam realitas ilahi itu sendiri.

Selasa, 30 Agustus 2011

KENAKANLAH BELAS KASIH


Dalam perjalanan meditasi sewaktu kita mengucapkan mantra dan mengabaikan pikiran-pikiran kita, rencana-rencana kita, gagasan-gagasan kita, kita belajar pentingnya penyangkalan diri, bebas-lepas, kita mengabaikan gambaran diri kita, kita mengabaikan keinginan-kenginan kita, kita mengabaikan ketakutan-ketakutan kita dan kesadaran akan diri kita sendiri. Penyangkalan diri memampukan kita untuk memasuki persatuan dengan Tuhan dan sesama pada tingkatan yang lebih dalam.

ALLAH ADALAH CINTA


Bila kita menemukan roh kita, diri kita yang sejati, maka ini merupakan sebuah pengalaman sukacita yang tak terlukiskan, sukacita yang membebaskan. Agar kita dapat secara berangsur-angsur menanggalkan segala imajinasi yang sudah melekat dengan kita, memerlukan sikap tertentu yang sangata ditekankan dalam ajaran St Paulus yaitu keberanian, iman, komitmen dan ketekunan. Sifat-sifat inilah yang memampukan kita untuk bertahan dengan komitmen harian kita dalam perziarahan rohani, ketekunan untuk bermeditasi dua kali sehari dan ‘semangat kemiskinan’ yang terjadi karena kita dengan setia mengucapkan mantra kita. Buah-buah roh ini tidak muncul dengan sendirinya tetapi merupakan buah-buah cinta kasih, anugerah dari Roh Kudus yang membawa kita kepada diri-Nya, kepada cinta yang mendalam. Tidak ada jalan menuju kebenaran atau Roh yang bukan jalan cinta. Allah adalah cinta.

Jumat, 08 Juli 2011

MEDITASI MAMPUKAN KITA LEPASKAN EGO


Jika anda ingin belajar meditasi, anda harus belajar duduk diam dan mengucapkan kata-doa anda dari awal sampai akhir. Jika anda setia melakukannya, anda akan menemukan bahwa setelah beberapa waktu mengucapkan kata-doa anda, anda akan merasa damai dan tenang. Anda akan tergoda untuk berkata pada diri anda, 'Kedamaian dan ketenangan ini menyenangkan. Saya ingin mengalaminya sekarang dan mengetahui apa yang saya rasakan. Saya akan berhenti mengucapkan mantra. Saya hanya tinggal dalam pengalaman ini'.

Hal ini berbahaya. Anda bermeditasi tidak untuk mengalami sebuah pengalaman. Anda bermeditasi untuk masuk kedalam pengalaman.

Sabtu, 02 Juli 2011

MEDITASI JALAN PENGHARAPAN


Ketika kita mulai bermeditasi, kita mempunyai tiga tujuan awal. Yang pertama adalah mengucapkan mantra selama seluruh waktu meditasi. Kita membutuhkan waktu untuk melewati tahap pertama ini dan kita harus sabar selama waktu ini. Meditasi adalah sebuah proses yang alami, sebagaimana proses pertumbuhan fisik kita yang berkembang secara alami dan berbeda-beda untuk setiap orang, begitu juga dengan kehidupan doa lita. Kita tidak dapat memaksakan sesuatu untuk terjadi kecuali mengucapkan mantra kita tanpa tergesa-gesa dan tanpa mempunyai harapan tertentu.

Sabtu, 14 Mei 2011

MEDITASI SEBUAH DOA


Ketika saya (John Main - red) membaca buku Yohanes Kasianus tentang doa, saya segera teringat akan doa yang dianjurkan oleh Yesus ketika Ia menceriterakan kepada kita seorang pendosa yang berdiri di belakang bait Allah dan berdoa dalam kalimat yang singkat : "Ya Allah, kasiahanilah aku orang berdosa ini" (Luk 18:13). Dia pulang sebagai seorang "yang dibenarkan",

Kata Yesus kepada kita. "Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" (Mat 6:7-8)


Sebagaimana telah saya katakan, berdoa bukanlah berarti berbicara kepada Allah, tetapi mendengarkan Dia, hadir di hadirat-Nya. Kiranya ini adalah pemahaman yang sangat sederhana mengenai doa yang mendasari nasihat Yohanes Kasianus. Jika kita ingin berdoa, ingin mendengarkan, maka kita berusaha untuk sungguh tenang dan diam, dengan mengucapkan satu ayat pendek secara terus menerus. Kasianus menerima metode ini sebagai sebuah tradisi tua pada zamannya, suatu tradisi yang universal yang sudah lama ada.

Ratusan tahun kemudian setelah Kasianus, seorang pengarang Inggris menulis buku "The Cloud of Unknowing" yang juga menganjurkan mengucapkan sebuah kata singkat secara berulang-ulang. "kita harus berdoa dengan seluruh jiwa kita, tidak dalam banyaknya kata-kata tetapi dengan sedikit kata".


(The Teaching of John Main on Christian Meditation - WCCM Sby)


Selasa, 08 Februari 2011

MEDITASI MENUJU KETERBUKAAN TAK TERBATAS


Meditasi meminta kemurahan hati kita karena meditasi meminta segalanya. Kita diminta untuk meninggalkan keinginan kita dan tidak menginginkan sesuatu yang lain. Meditasi meminta keterbukaan kita pada panggilan Tuhan, akan rencana-Nya untuk kita, akan Cinta-Nya untuk kita. Dalam meditasi anda menemukan bahwa Cinta-Nya untuk anda.

Begitu banyak orang ketika mereka mendengar meditasi untuk pertama kali, mereka akan berpikir bahwa meditasi itu sangat kering, intelektual, tidak memakai perasaan baik emosi maupun afeksi. Tetapi sebenarnya mereka keliru. Meditasi adalah komitmen dan keterbukaan pada cinta yang tidak terbatas, dan cinta ini bagai air mancur yang menyembur dari dalam hati anda.

Mantra seperti jarum sebuah kompas. Ia akan selalu menunjukkan arah panggilan anda. Ia menunjukkan ke arah yang tepat yang anda harus ikuti, beralih dari diri kita kepada Allah dan, kemanapun ego kita membawa kita, jarum kompas selalu setia menunjukkan arah pada kita. Kalau kita mengucapkan mantra dengan setia dan dengan cinta, maka ia akan memperlihatkan pada anda arah menuju Tuhan dan hanya di dalam Tuhan panggilan kita yang sebenarnya dinyatakan.

(The Teaching of John Main on Christian Meditation – WCCM Sby)

Sabtu, 15 Januari 2011

MEDITASI MENJADIKAN DAMAI



Meditasi adalah cara yang baik untuk mengatasi segala macam pelanturan karena tujuan dari kata-doa adalah untuk menjadikan pikiran anda damai, hening dan dapat berkonsentrasi. Tidak untuk membawa pikiran kita bersandar pada pikiran-pikiran suci tetapi melampauinya segala pikiran.

Mantra bagaikan sebuah bajak yang mengolah pikiran kita dan mengesampingkan yang lain - 'membuat tanah yang kasar menjadi rata'. Anda ingat apa yang dikatakan oleh Kasianus "membuang dan menolak kekayaan pikiran kita". Itu dikarenakan pikiran kita 'ringan dan mengembara', bagai bulu yang terbang dengan tiupan angin . Kasianus menyarankan mantra sebagai cara untuk mengatasi pelanturan dan menjadi stabil.

Pada pokoknya seni untuk mengucapkan mantra ialah mengucapkannya, mendengarkannya dan mengabaikan semua gangguan. Berikan prioritas utama pada mantra diatas segala-galanya. Lama kelamaan, setelah anda cukup teratur mengucapkan mantra, pelanturan akan berkurang. Guru saya selalu mengatakan bahwa ada tiga tujuan utama waktu anda mulai bermeditasi : Tujuan pertama adalah mengucapkan mantra selama meditasi anda. Itu tujuan utama dan mungkin dapat dicapai dalam satu tahun atau mungkin sepuluh tahun. Tujuan kedua adalah mengucapkan mantra anda dan dengan tenang menghadapi segala gangguan yang datang. Dan tujuan yang ketiga adalah mengucapkan mantra seluruh waktu meditasi anda tanpa ada gangguan.

(The Teaching of John Main on Christian Meditation - wccm sby)

Selasa, 14 Desember 2010

JALAN MENUJU PUSAT DIRI



Meditasi adalah jalan menuju ke pusat diri anda, menuju diri anda yang terdalam dan tinggal disana - diam, hening, penuh perhatian. Meditasi pada dasarnya berarti belajar untuk menjadi sungguh sadar, sungguh hidup dan diam. Cara untuk menjadi sungguh sadar ialah menjadi hening dan diam.Ini merupakan tantangan bagi orang-orang zaman sekarang, karena kebanyakan dari kita tidak mempunyai banyak pengalaman untuk masuk dalam keheningan dan keheningan dapat menjadi sesuatu yang menakutkan. Anda harus membiasakan diri untuk menjadi hening. Inilah sebabnya mengapa meditasi menjadi jalan untuk belajarmengucapkan satu kata dalam batin anda.

Saya pikir apa yang kita harus pahami ialah bukanlah kita harus menciptakan keheningn. Keheningan sudah ada dalam diri kita. Apa yang harus kita lakukan ialah masuk ke dalam keheningan itu, menjadi hening dan menjadi keheningan itu sendiri. Tujuan dari meditasi dan tantangan untuk bermeditasi ialah untuk membiarkan diri kita menjadi cukup hening untuk membiarkan keheningan dalam diri kita muncul. Keheningan adalah bahasa roh.

Belajar untuk mengucapkan mantra anda, belajar untuk mengucapkan kata anda, meninggalkan semua kata-kata lain, ide-ide, imajinasi dan fantasi adalah belajar untuk memasuki hadirat roh yang tinggal di hati anda, yang tinggal disana dalam cinta. Roh Allah tinggal dalam hati kita dalam keheningan. Dan dengan rendah hati dan dengan iman, kita harus masuk dalam keheningan.

Tujuan utama Meditasi Kristiani ialah agar misteri kehadiran Allah dalam keheningan tidak hanya semakin menjadi suatu kenyataan dalam hati kita, ettapi juga suatu kenyataan yang mempengaruhi hidup kita. Dengan bermeditasi kita membiarkan kehadiran Allah memberikan makna, bentuk dan tujuan pada segala sesuatu yang kita lakukan, dan apa yang ada pada kita.


(The Teaching of John Main on Christian Mediation)


Jumat, 10 Desember 2010

BUAH-BUAH MEDITASI




Apa "yang terjadi" selama meditasi tidaklah terlalu penting. Seringkali, bahkan biasanya, tidak terjadi apa-apa. Ibarat dalam perjalanan panjang dengan pesawat terbang. Anda menengok ke luar lewat jendela dan melihat awan-awan, tidak ada yang lain, kecuali awan dan langit biru.

Kadangkala pesawat terguncang, tetapi Anda mengenakan sabuk pengaman dan mempercayai pilot. Anda mungkin melihat fajar menyingsing yang indah atau sunset yang mempesona atau pancaran sinar matahari yang menyilaukan. Namun yang penting adalah bahwa Anda tetap terbang menuju tempat tujuan. Apapun yang terjadi, baik itu pemandangan yang mempesona atau penerbangan yang penuh guncangan atau perasaan bosan. Anda tidak berpikir untuk meminta pilot mematikan mesin.

Meditasi bukanlah untuk membuat kesadaran kita berubah, atau mengalami suatu yang luar biasa. Meditasi adalah menghidupi suatu yang biasa secara penuh dan menemukan di dalamnya kehadiran Allah. Sesuatu yang biasa dilihat dengan cara yang luar biasa.

Bila anda semakin tertaur melakukan meditasi dua kali sehari, Anda akan merasakan bahwa keteraturan itu menjadikan Anda lebih seimbang dan damai. Bila Anda tidak melakukan sekali saja anda merasakan kehilangan sesuatu yang sangat penting. Juga meskipun waktu melakukan meditasi. Anda tidak bisa tenang dan terganggu oleh banyak hal, meditasi tetap merupakan bagian yg penting dari hati anda. Anda tetap setia sebagai seorang murid dengan mengikut suatu disiplin yang begutu sederhana setiap hari.

Perubahan Batin
Dalam kehidupan sehari-hari dan teristimewa dalam hubungan dengan orang lain, Anda akan mengenal dan melihat buah-buah meditasi Anda. Untuk bisa merasakan perubahan batin, barangkali tidak terjadi secara cepat atau dramatis. Barangkali hal itu dismpaikan kepada Anda oleh orang-orang yang hidup dan bekerja bersama Anda. Merkedapat memberikan catatan bahwa Anda berubah.

Perubahan itu dijelaskan dengan sangat baik oleh St. Paulus dengan nama "buah Roh", yaitu : kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri. (Gal 5:22-23)

Renungkan setiap sifat ini dalam hubungan dengan kepribadian Anda. Anda tahu lebih baik daripada siapapun, terkecuali Roh, sifat mana yang paling Anda butuhkan.


(Sumber: "Latihan Meditasi" Laurence Freeman, OSB)