Jumat, 20 Maret 2015
JUMAT MINGGU KEEMPAT PRAPASKAH
Jumat, 05 Desember 2014
Hidup Dengan Cinta Kasih
Rabu, 19 Juni 2013
Meditasi proses pertumbuhan
Sabtu, 23 Februari 2013
Jumat Minggu I Prapaskah 2013
Rabu, 17 Oktober 2012
Ketekunan: Pintu menuju Hidup yang Berbuah
Fr. Siriakus Maria Ndolu, OCarm
Dalam perjalanan rohani, ketekunan merupakan sikap mental-sikap batin atau keutamaan yang hakiki. Ketekunan memampukan orang untuk terus berada dalam perjalanannya bahkan ketika ia memasuki padang gurun. Nasihat para pertapa kuno : "bertahan, jangan lari" merupakan nasihat untuk tetap bertekun.
Minggu, 12 Agustus 2012
Legenda Pohon Bambu
Orang-orang Yunani yang datang ke Yerusalem dan dibawa oleh Filipus dan Andreas kepada Yesus dalam bacaan itu, diajarkan kebijaksanaan Injil - yang juga diabadikan dalam kisah China "Legenda pohon bambu" yang mengisahkan kerelaan pohon bambu yang rimbun untuk dipangkas raja agar tanaman-tanaman bunga yang di naunginya dapat tumbuh dengan baik sehingga menjadi taman yang indah, disisi lain pohon bambu itu sendiri bertunas banyak.
Kamis, 01 September 2011
MEDITASI SUATU PANGGILAN
Panggilan untuk bermeditasi merupakan undangan untuk tidak hidup berdasarkan pengalaman dari tangan kedua. Panggilan itu ditujukan pada setiap diri kita untuk mengenal hidup rohani kitadan menemukan sendiri kekayaan dari kemampuan manusia yang bersumber pada yang Ilahi, dalam kuasa ilahi. Itu juga merupakan undangan untuk terbuka pada kuasa tersebut, untuk dikuatkan oleh-Nya dan untuk masuk dalam realitas ilahi itu sendiri.Selasa, 30 Agustus 2011
KENAKANLAH BELAS KASIH
ALLAH ADALAH CINTA
Jumat, 08 Juli 2011
MEDITASI MAMPUKAN KITA LEPASKAN EGO
Hal ini berbahaya. Anda bermeditasi tidak untuk mengalami sebuah pengalaman. Anda bermeditasi untuk masuk kedalam pengalaman.
Sabtu, 02 Juli 2011
MEDITASI JALAN PENGHARAPAN
Sabtu, 14 Mei 2011
MEDITASI SEBUAH DOA
Kata Yesus kepada kita. "Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" (Mat 6:7-8)
Sebagaimana telah saya katakan, berdoa bukanlah berarti berbicara kepada Allah, tetapi mendengarkan Dia, hadir di hadirat-Nya. Kiranya ini adalah pemahaman yang sangat sederhana mengenai doa yang mendasari nasihat Yohanes Kasianus. Jika kita ingin berdoa, ingin mendengarkan, maka kita berusaha untuk sungguh tenang dan diam, dengan mengucapkan satu ayat pendek secara terus menerus. Kasianus menerima metode ini sebagai sebuah tradisi tua pada zamannya, suatu tradisi yang universal yang sudah lama ada.
Ratusan tahun kemudian setelah Kasianus, seorang pengarang Inggris menulis buku "The Cloud of Unknowing" yang juga menganjurkan mengucapkan sebuah kata singkat secara berulang-ulang. "kita harus berdoa dengan seluruh jiwa kita, tidak dalam banyaknya kata-kata tetapi dengan sedikit kata".
(The Teaching of John Main on Christian Meditation - WCCM Sby)
Selasa, 08 Februari 2011
MEDITASI MENUJU KETERBUKAAN TAK TERBATAS
Begitu banyak orang ketika mereka mendengar meditasi untuk pertama kali, mereka akan berpikir bahwa meditasi itu sangat kering, intelektual, tidak memakai perasaan baik emosi maupun afeksi. Tetapi sebenarnya mereka keliru. Meditasi adalah komitmen dan keterbukaan pada cinta yang tidak terbatas, dan cinta ini bagai air mancur yang menyembur dari dalam hati anda.
Mantra seperti jarum sebuah kompas. Ia akan selalu menunjukkan arah panggilan anda. Ia menunjukkan ke arah yang tepat yang anda harus ikuti, beralih dari diri kita kepada Allah dan, kemanapun ego kita membawa kita, jarum kompas selalu setia menunjukkan arah pada kita. Kalau kita mengucapkan mantra dengan setia dan dengan cinta, maka ia akan memperlihatkan pada anda arah menuju Tuhan dan hanya di dalam Tuhan panggilan kita yang sebenarnya dinyatakan.
(The Teaching of John Main on Christian Meditation – WCCM Sby)
Sabtu, 15 Januari 2011
MEDITASI MENJADIKAN DAMAI
Meditasi adalah cara yang baik untuk mengatasi segala macam pelanturan karena tujuan dari kata-doa adalah untuk menjadikan pikiran anda damai, hening dan dapat berkonsentrasi. Tidak untuk membawa pikiran kita bersandar pada pikiran-pikiran suci tetapi melampauinya segala pikiran.
Mantra bagaikan sebuah bajak yang mengolah pikiran kita dan mengesampingkan yang lain - 'membuat tanah yang kasar menjadi rata'. Anda ingat apa yang dikatakan oleh Kasianus "membuang dan menolak kekayaan pikiran kita". Itu dikarenakan pikiran kita 'ringan dan mengembara', bagai bulu yang terbang dengan tiupan angin . Kasianus menyarankan mantra sebagai cara untuk mengatasi pelanturan dan menjadi stabil.
Pada pokoknya seni untuk mengucapkan mantra ialah mengucapkannya, mendengarkannya dan mengabaikan semua gangguan. Berikan prioritas utama pada mantra diatas segala-galanya. Lama kelamaan, setelah anda cukup teratur mengucapkan mantra, pelanturan akan berkurang. Guru saya selalu mengatakan bahwa ada tiga tujuan utama waktu anda mulai bermeditasi : Tujuan pertama adalah mengucapkan mantra selama meditasi anda. Itu tujuan utama dan mungkin dapat dicapai dalam satu tahun atau mungkin sepuluh tahun. Tujuan kedua adalah mengucapkan mantra anda dan dengan tenang menghadapi segala gangguan yang datang. Dan tujuan yang ketiga adalah mengucapkan mantra seluruh waktu meditasi anda tanpa ada gangguan.
(The Teaching of John Main on Christian Meditation - wccm sby)
Selasa, 14 Desember 2010
JALAN MENUJU PUSAT DIRI
Saya pikir apa yang kita harus pahami ialah bukanlah kita harus menciptakan keheningn. Keheningan sudah ada dalam diri kita. Apa yang harus kita lakukan ialah masuk ke dalam keheningan itu, menjadi hening dan menjadi keheningan itu sendiri. Tujuan dari meditasi dan tantangan untuk bermeditasi ialah untuk membiarkan diri kita menjadi cukup hening untuk membiarkan keheningan dalam diri kita muncul. Keheningan adalah bahasa roh.
Belajar untuk mengucapkan mantra anda, belajar untuk mengucapkan kata anda, meninggalkan semua kata-kata lain, ide-ide, imajinasi dan fantasi adalah belajar untuk memasuki hadirat roh yang tinggal di hati anda, yang tinggal disana dalam cinta. Roh Allah tinggal dalam hati kita dalam keheningan. Dan dengan rendah hati dan dengan iman, kita harus masuk dalam keheningan.
Tujuan utama Meditasi Kristiani ialah agar misteri kehadiran Allah dalam keheningan tidak hanya semakin menjadi suatu kenyataan dalam hati kita, ettapi juga suatu kenyataan yang mempengaruhi hidup kita. Dengan bermeditasi kita membiarkan kehadiran Allah memberikan makna, bentuk dan tujuan pada segala sesuatu yang kita lakukan, dan apa yang ada pada kita.
(The Teaching of John Main on Christian Mediation)
Jumat, 10 Desember 2010
BUAH-BUAH MEDITASI
Kadangkala pesawat terguncang, tetapi Anda mengenakan sabuk pengaman dan mempercayai pilot. Anda mungkin melihat fajar menyingsing yang indah atau sunset yang mempesona atau pancaran sinar matahari yang menyilaukan. Namun yang penting adalah bahwa Anda tetap terbang menuju tempat tujuan. Apapun yang terjadi, baik itu pemandangan yang mempesona atau penerbangan yang penuh guncangan atau perasaan bosan. Anda tidak berpikir untuk meminta pilot mematikan mesin.
Meditasi bukanlah untuk membuat kesadaran kita berubah, atau mengalami suatu yang luar biasa. Meditasi adalah menghidupi suatu yang biasa secara penuh dan menemukan di dalamnya kehadiran Allah. Sesuatu yang biasa dilihat dengan cara yang luar biasa.
Bila anda semakin tertaur melakukan meditasi dua kali sehari, Anda akan merasakan bahwa keteraturan itu menjadikan Anda lebih seimbang dan damai. Bila Anda tidak melakukan sekali saja anda merasakan kehilangan sesuatu yang sangat penting. Juga meskipun waktu melakukan meditasi. Anda tidak bisa tenang dan terganggu oleh banyak hal, meditasi tetap merupakan bagian yg penting dari hati anda. Anda tetap setia sebagai seorang murid dengan mengikut suatu disiplin yang begutu sederhana setiap hari.
Perubahan Batin
Dalam kehidupan sehari-hari dan teristimewa dalam hubungan dengan orang lain, Anda akan mengenal dan melihat buah-buah meditasi Anda. Untuk bisa merasakan perubahan batin, barangkali tidak terjadi secara cepat atau dramatis. Barangkali hal itu dismpaikan kepada Anda oleh orang-orang yang hidup dan bekerja bersama Anda. Merkedapat memberikan catatan bahwa Anda berubah.
Perubahan itu dijelaskan dengan sangat baik oleh St. Paulus dengan nama "buah Roh", yaitu : kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri. (Gal 5:22-23)
Renungkan setiap sifat ini dalam hubungan dengan kepribadian Anda. Anda tahu lebih baik daripada siapapun, terkecuali Roh, sifat mana yang paling Anda butuhkan.
(Sumber: "Latihan Meditasi" Laurence Freeman, OSB)





