Bacaan ini diambil dari Injil Matius: "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak
bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya dan
barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya" (Mat
10:38-39)
Tampilkan postingan dengan label hadirat-Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadirat-Allah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Juli 2017
Selasa, 28 Oktober 2014
Terbuka Pada Hadirat Allah
Tradisi Kristiani kita mengajarkan bahwa iman yang kita terima adalah bahwa Allah bukannya tidak ada tetapi beserta kita secara penuh dalam diri Yesus yang hidup dan bersemayam dalam hati kita. Doa kita, seperti yang sudah saya utarakan, dapat dimengerti dengan menyadari bahwa Allah dalam diri Yesus. Demikian juga waktu doa kita harus merupakan waktu yang diperuntukkan agar kita dapat terbuka sepenuhnya pada hadirat Allah yang benar-benar nyata dan bukan pada gambaran tentang Allah yang tidak benar.
Sabtu, 02 November 2013
DISIPLIN DALAM MEDITASI
Anda tidak dapat belajar meditasi
jika anda tidak membuat meditasi sebagai pola hidup anda, sebagai disiplin yang
dilakukan secara teratur. Untuk itu diperlukan pengorbanan untuk menyisihkan
waktu setiap pagi dan malam, sungguh-sungguh suatu disiplin. Tetapi ini memang
perlu. Disiplin ini perlu karena hadirat Tuhan, di dalam jagat raya, di dalam
ciptaan-Nya, di dalam hati anda dan hati saya, begitu penting dan bila kita
mengabaikannya akan membawa risiko untuk kita. Jika kita mengabaikannya maka
kita tidak dapat memahami diri kita atau alam semesta. Karena begitu penting
arti itu, perjalanan ini membutuhkan keseriusan dan disiplin, yang akan membawa
kita pada kedamaian dan sukacita yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Sabtu, 19 Oktober 2013
MENYADARI AKAN HADIRAT ALLAH
Saya pikir sulit bagi kita pada
abad 20 ini karena kita tinggal di masyarakat yang materialistis. Masyarakat
yang memandang semuanya dari segi kepemilikannya dan walupun jika kita secara
lahiriah tampak lebih mementingkan hal-hal yang rohani, kita dengan mudah
menjadi materialistis secara rohani. Sebagai ganti mengumpulkan uang, kita
berusaha mengumpulkan karunia atau pengalaman rohani. Tetapi jalan doa ini
adalah jalan untuk bebas-lepas dan penyerahan, dan ini merupakan hal yang sulit
bagi kita karena kita telah diajarkan untuk mencapai keberhasilan, kita telah
diajar pentingnya menjadi pemenang, bukan kekalahan.
Sabtu, 12 Oktober 2013
APA YANG KITA HARAPKAN DARI MEDITASI
Pada awal meditasi kita biasanya
berhadapan dengan pertanyaan seperti, "Apa yang saya harapkan dari
meditasi?" Apa yang seharusnya kita harapkan akan terjadi? Kalau
pendekatan kita seperti ini, maka seperti kita menanyakan hal sama waktu kita
bernafas "Apa yang akan terjadi setelah kita bernafas?" Apa yang
terjadi ketika anda bernafas adalah anda hidup. Hidup anda terjamin dengan
setiap tarikan nafas. Meditasi juga seperti itu. Tidak ada sesuatu yang drastis
yang terjadi kecuali roh anda bernafas. Roh anda akan hidup seperti juga badan
anda menjadi hidup karena anda bernafas.
Rabu, 10 Juli 2013
Kekuatan Meditasi
Sekarang
saya ingin menyampaikan kepada anda, bagi mereka yang sudah bermeditasi
beberapa minggu, ketika anda mulai bermeditasi, anda mulai menjadi rileks.
Bapa-bapa padang gurun sering menyebutnya sebagai 'beristirahat dalam Tuhan.'
Dalam kedamaian yang mendalam ini, dimana hanya ada Yesus dan anda, anda mulai
melepaskan mekanisme penekanan ke alam bawah sadar. Kebanyakan dari kita
menghabiskan banyak tenaga untuk menekan perasaan bersalah, perasaan takut dan
lainnya ke dalam alam bawah sadar.
Jumat, 05 April 2013
Terang-Nya bercahaya dalam hati kita
Jangan dilupakan bahwa di dalam hati yang murni terkandung kesetiaan
kita dalam mengucapkan mantra. Kesetiaan pada mantra dari awal sampai
akhir setiap meditasi akan membawa kita pada kesederhanaan dan kepolosan
karena dengannya kita dapat menyangkal diri. Kemantapan untuk
mewartakan Kristus, pertimbangan (diskresio) yang dibutuhkan untuk
melihat bagaimana kita dapat melakukannya hari ini, dan keberanian untuk
bersaksi tentang Kristus dari pengalaman kita sendiri tentang-Nya,
timbul dari kesetiaan kita bermeditasi setiap hari dan pada mantra kita.
Kamis, 17 Januari 2013
Miskin dihadapan Allah
Yohanes
Kasianus berbicara tentang tujuan meditasi ialah untuk membatasi pikiran
melalui kemiskinan satu kata. Kemudian ia menerangkan maksudnya dalam satu
kalimat. Ia berbicara tentang menjadi 'benar-benar miskin'. Meditasi memberikan
anda pengertian baru tentang kemiskinan. Ketika anda setia mengucapkan mantra,
anda akan mulai memahami secara lebih mendalam, dari pengalaman anda sendiri,
apa yang dimaksud Yesus ketika Ia berkata: 'Berbahagialah orang yang miskin di
hadapan Allah' (Mat 5:3). Anda juga akan belajar tentang makna kesetiaan ketika
anda setia dan tekun mengucapkan mantra anda.
Label:
hadirat roh,
hadirat-Allah,
mesitasi,
miskin
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Rabu, 17 Oktober 2012
Ketekunan: Pintu menuju Hidup yang Berbuah
Fr. Siriakus Maria Ndolu, OCarm
"Yang menabur dengan bercucuran air mata,
akan menuai dengan bersorak-sorai,
Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya;
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panennya"
(Mzm 126:5-6)
Dalam perjalanan rohani, ketekunan merupakan sikap mental-sikap batin atau keutamaan yang hakiki. Ketekunan memampukan orang untuk terus berada dalam perjalanannya bahkan ketika ia memasuki padang gurun. Nasihat para pertapa kuno : "bertahan, jangan lari" merupakan nasihat untuk tetap bertekun.
Minggu, 23 September 2012
Perjalanan Meditasi Kita
Siriakus Maria Ndolu, OCarm
Perjalanan meditasi pada dasarnya adalah sebuah perziarahan ke dalam pusat hati kita, tempat yang sangat suci di mana Roh Kudus tinggal dan kita menemukan Kristus. Bapa padang gurun abad IV, Evagrius, menggambarkan tahap-tahap yang akan kita lalui dalam perjalanan dan perziarahan rohani kita, yaitu :
Label:
berdoa,
bertumbuh,
cinta kasih,
doa sederhana,
ego,
hadirat-Allah,
kata doa,
katekese,
kebenaran,
kegembiraan,
keheningan,
Kerajaan Allah,
kontemplatip,
perziarahan
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Senin, 10 September 2012
Mantra Memurnikan Kita
Siriakus Maria Ndolu, OCarm
Meditasi Kristiani adalah doa sederhana yang mau membawa kita kepada kesadaran akan hadirat Allah sebagaimana dengan bagus dilukiskan dalam seruan Elia ini : "Tuhan hidup, di Hadirat-Nya aku berdiri" (I Raj 17:1). Hidup dalam kehadiran Allah merupakan tujuan yang mau dicapai oleh orang yang berdoa dan bermeditasi. Tujuan ini digambarkan oleh Pater John Main sebagai "mendengarkan gema kata doa yang memenuhi seluruh lubuk terdalam batin" memang, bagi Pater John Main, seni mendengarkan Mantra "hadirat Allah" tidak dapat bersanding dengan "Kuasa kegelapan dan dosa" bagaikan air tak mungkin menyatu dengan minyak.
Label:
diri sejati,
diri-sendiri,
doa,
doa hening,
hadirat-Allah,
kata doa,
kesetiaan,
ketaatan,
Mantra,
meditasi,
sadar
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Minggu, 02 September 2012
Meditasi : Mengaitkan kembali kita dengan pusat diri kita
Meditasi hanyalah suatu cara untuk datang ke pusat diri kita sendiri, dan tetap berada pada pusat diri itu dalam keadaan siaga, hidup dan diam. Masalah besar dalam kehidupan banyak orang adalah biasa hidup dalam suatu level yang luar biasa dangkal.
Dengan bermeditasi, untuk menemukan jalan kita menuju ke kedalaman hati kita sendiri. Ketika bermeditasi kita meninggalkan tingkat dangkal kehidupan kita dibelakang, dan memasuki sesuatu yang mendalam. Melalui meditasi kita meninggalkan hal-hal yang kebetulan lewat, hal-hal yang berlangsung sebentar saja dalam kehidupan dan masuk kedalam kehidupan yang abadi. Tujuan akhir dari semua agama ialah, berhubungan kembali dengan pusat diri kita sendiri.
Label:
berdoa,
cinta,
damai,
diam,
doa,
doa hening,
doa sederhana,
hadirat-Allah,
Jalan Sederhana,
kata doa,
keheningan,
meditasi,
pusat diri,
Roh
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Minggu, 29 Juli 2012
Mau tahu Meditasi Krsitiani?
Informasi buat Anda yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya, akan acara seminar yang akan kami selenggarakan..
Label:
doa hening,
hadirat-Allah,
hening,
John Main,
keheningan,
kelompok meditasi,
kontemplatip,
Mantra,
Meditasi dan Iman Kristiani,
Meditasi Kristiani
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Selasa, 24 Juli 2012
Sekilas Memandang Allah
Siriakus Maria Ndolu, OCarm.
Bacaan : Markus 9:2-8
Di Gunung Tabor, para murid Yesus mendapatkan sebuah pandangan sekilas akan Allah, sebuah pandangan sekilas akan kemuliaaan, pada transfigurasi dan itu menopang mereka untuk melewati pengalaman aib yang dijalani Yesus dan kegagalan mereka.
Dalam doa Tuhan memberikan kepada kita sebuah pandangan sekilas tentang diri-Nya, sebuah momen kedekatan, sebuah perasaan kepastian akan kehadiran-Nya, sebuah panggilan untuk komit terhadap karya doa dan keterbukaan yang lebih besar lagi dalam hubungan kita dengan-Nya. Itu semua menjadi kenangan yang nantinya menopang kita dalam kesibukan hidup setiap hari dan dalam kekeringan periode-periode doa kita.
Dalam doa Tuhan memberikan kepada kita sebuah pandangan sekilas tentang diri-Nya, sebuah momen kedekatan, sebuah perasaan kepastian akan kehadiran-Nya, sebuah panggilan untuk komit terhadap karya doa dan keterbukaan yang lebih besar lagi dalam hubungan kita dengan-Nya. Itu semua menjadi kenangan yang nantinya menopang kita dalam kesibukan hidup setiap hari dan dalam kekeringan periode-periode doa kita.
Rabu, 18 April 2012
Perjalanan Dalam Doa : Sebuah Pengalaman
Siriakus Maria Ndolu, OCarm *)
Meditasi membawa kita kepada keheningan roh dan ketenangan tubuh. Untuk mencapai keheningan dan ketenangan ini, kita harus mencurahkan waktu, tenaga, dan cinta. Tujuan meditasi adalah sikap berjaga-jaga penuh perhatian, bukan lamunan kosong atau ketenangan pasif. Meditasi adalah perziarahan kepada pusat diri kita sendiri, Kepada hati kita, masuk kedalam kesederhanaannya. Hal ini membutuhkan disiplin dan keberanian. Undangan Meditasi Kristiani adalah menghilangkan diri dan terserap ke dalam Allah.
Jumat, 26 Agustus 2011
KEKUATAN CINTA
Coba ingat segala peristiwa yang tak terhitung jumlah dalam hidup kita yang tidak terjadi sesuai harapan. Kemudian refleksikan, apakah kita dapat mencegah semuanya ini? Apa yang dapat menyembuhkan luka-luka ini? Dalam setiap kasus, jawabannya ialah “kekuatan cinta”. Cinta itu menyembuhkan, membuat sesuatu menjadi baru, memenuhi kita dengan harapan, membebaskan kita dari penjara egoisme kita.
Langganan:
Postingan (Atom)














