Jangan dilupakan bahwa di dalam hati yang murni terkandung kesetiaan
kita dalam mengucapkan mantra. Kesetiaan pada mantra dari awal sampai
akhir setiap meditasi akan membawa kita pada kesederhanaan dan kepolosan
karena dengannya kita dapat menyangkal diri. Kemantapan untuk
mewartakan Kristus, pertimbangan (diskresio) yang dibutuhkan untuk
melihat bagaimana kita dapat melakukannya hari ini, dan keberanian untuk
bersaksi tentang Kristus dari pengalaman kita sendiri tentang-Nya,
timbul dari kesetiaan kita bermeditasi setiap hari dan pada mantra kita.
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 April 2013
Minggu, 31 Maret 2013
MINGGU PASKAH
Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB
Kebangkitan digambarkan –
bukan sebagai peristiw yang mungkin sudah terekam jika sudah ada seorang juru
kamera pada waktu itu – namun sebagai sebuah pengalaman dalam diri seseorang
kepada siapa Dia menampakkan diri. Pengalaman ini adalah sebuah pengalaman
pribadi yang sungguh mendalam dan sekaligus juga pengalaman bersama yang sangat
kuat. Pengalaman ini mengubah pribadi yang merasakannya dan menciptakan
komunitas yang percaya diri dan terpusat pada orang lain dari kelompok yang
dahulunya ketakutan, peragu yang patah hati.
Jumat, 29 Maret 2013
Jumat Agung 2013
Holly Week Reflection, Good Friday 2013
Oleh : Laurence Freeman, OSB
Di bawah semua sistem hukum sepanjang sejarah, kematian menjadi
kejahatan dan hukuman yang paling besar. Tidak bisa diubah lagi, absolut, dan
itulah salah satu alasan yang menjadikannya sangat mengerikan. Alasan lain,
kematian adalah kehilangan yang mengikat semua kehilangan. Dalam semua yang
pernah kita miliki yang diambil dari kita secara paksa atau kecelakaan, rasa
takut akan kematian muncul. Ketika kematian itu akhirnya datang sepertinya
untuk membuktikan bahwa rasa takut itu dibenarkan: akhirnya semuanya pergi;
jadi semua itu pada akhirnya tiada artinya.
Rabu, 27 Maret 2013
Rabu Pekan Suci 2013
Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB
‘Yudas, yang akan
mengkhianatinya; menjawab katanya, ‘Bukan aku, ya Rabi?’ ‘Engkau telah
mengatakannya’ jawab Yesus.’
Ada beberapa unsur yang
membuka pikiran di seputar tema pengkhianatan dalam kisah Sengsara. Yesus
adalah yang dikhianati, yang paling jelas oleh salah seorang murid-Nya. Tetapi
Yesus juga adalah orang yang telah mengetahui dan mengungkapkannya dengan
jelas. Yudas berpura-pura tidak bersalah dan berkata ‘Bukan aku’ dan Yesus
berkata – bukan untuk pertama kalinya – ‘engkau yang mengatakannya, bukan Aku’.
Begitu juga dengan Pilatus dan penguasa-penguasa relijius lainnya yang banyak
bertanya kepada-Nya, Dia menghindar untuk terjebak dalam tipu muslihat mereka
dan membiarkan kata-kata mereka sendiri yang menjadi jawabannya.
Rabu, 30 Januari 2013
Jalan, Kebenaran dan Hidup
Saya sungguh-sungguh yakin
pada tradisi (pengalaman dan tradisi menjadi satu) yang percaya bahwa semakin
kita 'berpikir' tentang Tuhan, membuat gambaran atau imajinasi kita sendiri
tentang-Nya maka semakin kurang kita dapat mengalami-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)




