Tampilkan postingan dengan label Doa Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa Yesus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2014

DOA YESUS



Hal yang paling penting untuk diingat adalah hanya doa Yesus. Doa-Nya merupakan aliran cinta dan kuasa yang mengalir terus menerus antara Yesus dan Bapa, dan itulah Roh.

Inilah hal pertama ketika kita berusaha untuk memahami doa Kristiani dan sudah barang tentu kita tidak dapat memahami sepenuhnya. 

Sabtu, 07 Desember 2013

Jumat, 12 April 2013

Berdoa dengan seluruh jiwa kita


Ketika saya membaca buku Yohanes Kasianus tentang doa, saya segera teringat akan doa yang dianjurkan oleh Yesus ketika Ia menceritakan kepada kita seorang pendosa yang berdiri di belakang Bait Allah dan berdoa dalam kalimat yang singkat: "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" (Luk 18: 13). Dia pulang sebagai seorang "yang dibenarkan", kata Yesus kepada kita. "Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Mat 6:7-8)

Jumat, 05 April 2013

Terang-Nya bercahaya dalam hati kita



Jangan dilupakan bahwa di dalam hati yang murni terkandung kesetiaan kita dalam mengucapkan mantra. Kesetiaan pada mantra dari awal sampai akhir setiap meditasi akan membawa kita pada kesederhanaan dan kepolosan karena dengannya kita dapat menyangkal diri. Kemantapan untuk mewartakan Kristus, pertimbangan (diskresio) yang dibutuhkan untuk melihat bagaimana kita dapat melakukannya hari ini, dan keberanian untuk bersaksi tentang Kristus dari pengalaman kita sendiri tentang-Nya, timbul dari kesetiaan kita bermeditasi setiap hari dan pada mantra kita.


Minggu, 19 Agustus 2012

Dari Penerimaan Menuju Transendensi

Fr. Siriakus Maria Ndolu, OCarm.

Bacaan Injil : Yoh 20:11-17.

Dalam diri setiap orang ada keinginan untuk berubah. Ada keinginan untuk lebih sempurna, untuk bangkit setelah jatuh, kondisi finansial yang lebih baik, lebih sehat, dsb yang pada dasarnya menolak keadaan yang ada. Padahal kebijaksanaan itu tidak terletak pada penolakan tetapi pada penerimaan. Mengubah sesuatu tidak dengan menolaknya tapi dengan menerimanya.

Minggu, 11 September 2011

DOA YESUS SENDIRI

Walter Hilton (Mistikus Agustinian, 1340-1396) memberikan kesaksian yang tepat bahwa tidak ada rasa antipati antar doa kontemplatif, doa vokal dan doa liturgis. Ia melihatnya sebagai suatu perkembangan dari segala bentuk doa-doa ini tetapi tidak sebagai tahapan dalam hidup kita dimana kita harus melewati doa liturgis atau doa vokal. Perkembangan ini lebih dilihatnya sebagai pertumbuhan dalam hal selera dimana seseorang melihat sesuatu sebagai sesuatu yang cocok pada saat tertentu.

Sabtu, 19 Februari 2011

TERBUKA PADA DOA YESUS SENDIRI


Disarankan untuk melihat waktu meditasi anda bukan sebagai waktu yang menjadi milik anda. Lihatlah waktu meditasi anda, doa anda tidak sebagai milik anda tetapi sebagai doa Yesus sendiri. Selama kita berpikir bahwa meditasi kita atau doa kita untuk kepentingan kita sendiri, maka kita tidak dapat secara penuh memmulai peziarahan kita. Waktu itu adalah milik Dia, doa itu adalah milik Dia juga. Mujizat yang kita peroleh adalah bahwa Doa-Nya menjadi doa kita. Mujizat ini membawa kita pada kepercayaan yang penuh dan tak tergoyahkan kepada Bapa, yang dalam Injil dikatakan sebagai pengharapan. Kita bermeditasi dengan pengharapan dari pada keinginan : tanpa ragu-ragu dan dengan sikap seperti anak-anak yang terbuka pada Allah.

Kita belajar mengucapkan mantra dengan cara yang sederhana. Kita tidak menganalisanya, atau melihat hasilnya, sama seperti kalau kita berdagang. Kita mengucapkannya dengan tulus, dengan cinta yang mengosongkan diri. Cinta yang mengosongkan diri akan diisi oleh kekuatan Allah dan bahwa kita menjadi satu dengan Allah karena kita dicinta dan mencinta. Syarat satu-satunya adalah kita sungguh-sungguh tidak mementingkan diri sendiri, yang dinyatakan dengan meninggalkan secara penuh segala pikiran, imajinasi, pengertian dan, yang terpenting, doa kita sendiri. Dengan demikian kita terbuka pada doa Yesus dalam hati kita.

(The Teaching of John Main on Christian Meditation - wccm sby)