Kita bermeditasi tidak untuk mencari pengalaman tertentu, penglihatan
atau pencerahan. Kita bermeditasi karena kita mengerti bahwa dalam hidup kita,
harus berhubungan dengan sesuatu yang pokok. Kita bermeditasi karena kita tahu
bahwa kita tidak dapat hidup secara berarti bila kita tidak mulai, dalam segala
keseriusan, dan disiplin, untuk terbuka pada sumber yang memberikan arti bagi
hidup kita, yang ditemukan di kedalaman diri kita yang terdalam.
Tampilkan postingan dengan label keterbukaan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keterbukaan hati. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Juni 2017
Sabtu, 10 Januari 2015
Terbuka pada Kasih-Nya
Duduklah dan sewaktu anda mengucapkan kata doa anda, lepaskan segala ikatan, kekangan yang mengikat anda pada hal-hal yang tidak nyata, pada ilusi dan pada ketakutan. Pahamilah bahwa semua kekangan tersebut tidak dapat mengikat anda, hanya jika anda terbuka pada pengalaman sewaktu Yesus dibaptis disungai Yordan oleh Yohanes. Pengalaman Yesus bahwa Dia adalah Putera Bapa terkasih. "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" (Markus 1:11).
Senin, 11 Agustus 2014
Bangkit Menuju Kebebasan Cinta
Mengucapkan mantra (kata-doa) berarti belajar untuk menerima karunia diri kita yang abadi - keduanya dalam satu tindakan. Proses belajar bahwa semua kematian adalah sebuah kematian dari keterbatasan dan jika kita dapat mati bagi diri kita sendiri maka kita bangkit menuju kebebasan cinta yang tidak terbatas: karena cinta adalah kekuatan kreatif dari alam semesta dan juga pusat kreatif dari pusat diri kita yang terdalam. Untuk menemukan pusat kita harus keluar dari keterpusatan akan diri kita sendiri, dan kita harus mati dari segala sesuatu yang fana.
Rabu, 11 Desember 2013
Minggu, 19 Agustus 2012
Dari Penerimaan Menuju Transendensi
Fr. Siriakus Maria Ndolu, OCarm.
Bacaan Injil : Yoh 20:11-17.
Dalam diri setiap orang ada keinginan untuk berubah. Ada keinginan untuk lebih sempurna, untuk bangkit setelah jatuh, kondisi finansial yang lebih baik, lebih sehat, dsb yang pada dasarnya menolak keadaan yang ada. Padahal kebijaksanaan itu tidak terletak pada penolakan tetapi pada penerimaan. Mengubah sesuatu tidak dengan menolaknya tapi dengan menerimanya.
Label:
doa,
Doa Yesus,
Kerajaan Allah,
keterbukaan hati,
meditasi,
penerimaan,
Perjalanan rohani,
sikap penerimaan,
transendensi,
transformasi diri
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)




