Tampilkan postingan dengan label kontemplatip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontemplatip. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2015

KEARIFAN DOA KONTEMPLATIF



Sekarang coba pikirkan pengalaman meditasi anda sendiri. Anda menyadari bahw anda mulai bermeditasi, kelihatannay anda maju tapi kemudian anda berhenti. Bagi kebanyakan dari kita dengan meditasi adalah memulai dan berhenti, mencapai sesuatu dan tidak tahu berada dimana, semangat dan putus asa. Anda dapat bbelajar dari pengalaman ini bahwa anda hanya perlu mengucapkan kata-doa anda. Mungkin cukup beralasan untuk bertanya pada diri anda sendiri, “Apakah manfaat meditasi bagi saya? Apakah saya mengalami kemajuan?”, tetapi semuanya itu tidak ada gunanya. Sesungguhnya malah lebih buruk daripada tidak ada gunanya, pertanyaan-pertanyaan itu sama sekali tidak berguna.

Sabtu, 19 Oktober 2013

MENYADARI AKAN HADIRAT ALLAH



Saya pikir sulit bagi kita pada abad 20 ini karena kita tinggal di masyarakat yang materialistis. Masyarakat yang memandang semuanya dari segi kepemilikannya dan walupun jika kita secara lahiriah tampak lebih mementingkan hal-hal yang rohani, kita dengan mudah menjadi materialistis secara rohani. Sebagai ganti mengumpulkan uang, kita berusaha mengumpulkan karunia atau pengalaman rohani. Tetapi jalan doa ini adalah jalan untuk bebas-lepas dan penyerahan, dan ini merupakan hal yang sulit bagi kita karena kita telah diajarkan untuk mencapai keberhasilan, kita telah diajar pentingnya menjadi pemenang, bukan kekalahan. 

Minggu, 23 September 2012

Perjalanan Meditasi Kita

Siriakus Maria Ndolu, OCarm


Perjalanan meditasi pada dasarnya adalah sebuah perziarahan ke dalam pusat hati kita, tempat yang sangat suci di mana Roh Kudus tinggal dan kita menemukan Kristus. Bapa padang gurun abad IV, Evagrius, menggambarkan tahap-tahap yang akan kita lalui dalam perjalanan dan perziarahan rohani kita, yaitu :


Senin, 23 April 2012

Seminar Meditasi Untuk Anak : Tantangan dan Harapan


"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." (Luk 18:17)


Setiap tradisi kebijaksanaan sepanjang zaman mengajarkan kepada kita bahwa pada dasarnya kita semua adalah pemula. Hal ini kita sadari setiap kali kita duduk dan masuk ke dalam meditasi kita. Didalam keheningan kontemplasi tersebut, kita belajar melepaskan segalanya yang kita pikir telah kita miliki. Betapa sikap sederhana dan menjadi pemula sungguh menjadi tuntutan dalam penziarahan rohani, Tuhan Yesus telah menyampaikannya dengan tegas dan jelas lewat tulisan Santo Lukas tersebut diatas.

Jumat, 20 April 2012

RETRET IMAM : Meditasi Dalam Hidup Berpastoral


Tan Thian Sing, MSF


“Doa batin adalah puncak doa. Di dalamnya Allah melengkapi kita dengan kekuatan melalui Roh- Nya, supaya “manusia batin” diperkuat di dalam kita, dan Kristus tinggal di dalam hati kita oleh iman, dan kita “berakar serta berdasar di dalam kasih” (Ef 3:16-17) (Katekismus Gereja Katolik
no.2714)”

Ketika memberikan pengajaran di rumah Marta dan Maria (Luk 10:38-42), untuk pertama kalinya Tuhan Yesus memberikan pembelaan tentang hidup kontemplatif dalam tradisi Kristiani melawan tuduhan yang sering dilontarkan bahwa cara hidup yang menyendiri dan keheningan dalam kontemplatif adalah egois dan tidak peka terhadap kebutuhan dunia. Lewat pengajaran tersebut, Yesus bukan hanya membela cara hidup Maria yang kontemplatif, tetapi juga menegaskannya dengan berkata: “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”.

RETRET IMAM 2012




Komunitas Mondial Meditasi Kristiani Indonesia (World Community for Christian Meditation), akan menyelenggarakan Retret Meditasi Kristiani bagi para Imam Indonesia

Minggu, 11 September 2011

DOA YESUS SENDIRI

Walter Hilton (Mistikus Agustinian, 1340-1396) memberikan kesaksian yang tepat bahwa tidak ada rasa antipati antar doa kontemplatif, doa vokal dan doa liturgis. Ia melihatnya sebagai suatu perkembangan dari segala bentuk doa-doa ini tetapi tidak sebagai tahapan dalam hidup kita dimana kita harus melewati doa liturgis atau doa vokal. Perkembangan ini lebih dilihatnya sebagai pertumbuhan dalam hal selera dimana seseorang melihat sesuatu sebagai sesuatu yang cocok pada saat tertentu.