Tampilkan postingan dengan label Lent Daily Reflections. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lent Daily Reflections. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

SELASA MINGGU KETIGA PRAPASKAH


WCCM Lent Reflections 2015
Thursday 3rd Week Lent
Matius 18:21-35:
"Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya."

Hal tersebut di atas disebut restrukturisasi hutang. Dan akan menghemat banyak watku dan politik jika dapat dipraktekkan oleh orang-orang kaya terhadap orang miskin dalam ekonomi global kita. Tapi tidak ada argumentasi verbal yang akan mencapai hal tersebut. Kebijaksanaan visi ulang radikal semacam itu memerlukan keakraban dengan kekuatan keheningan.

Jumat, 06 Maret 2015

JUMAT MINGGU KEDUA PRAPASKAH



WCCM Lent Reflections 2015
Friday 2nd week Lent
Matius 21:31-46:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru

Cita-cita ekolog adalah untuk memproduksi energi baru dengan mengolah ulang semua limbah. Apa pun yang sudah dibuang atau ditolak kemudian disatukan kembali menjadi penghematan dan rasa ketenangan batin dan keseimbangan dapat dicapai. Namun hal ini susah untuk dilakukan baik dalam kehidupan batin maupun dalam tingkat global.

Jumat, 29 Maret 2013

Jumat Agung 2013

Holly Week Reflection, Good Friday 2013
Oleh : Laurence Freeman, OSB

Di bawah semua sistem hukum sepanjang sejarah, kematian menjadi kejahatan dan hukuman yang paling besar. Tidak bisa diubah lagi, absolut, dan itulah salah satu alasan yang menjadikannya sangat mengerikan. Alasan lain, kematian adalah kehilangan yang mengikat semua kehilangan. Dalam semua yang pernah kita miliki yang diambil dari kita secara paksa atau kecelakaan, rasa takut akan kematian muncul. Ketika kematian itu akhirnya datang sepertinya untuk membuktikan bahwa rasa takut itu dibenarkan: akhirnya semuanya pergi; jadi semua itu pada akhirnya tiada artinya.

Kamis, 28 Maret 2013

Kamis Putih 2013

Holly Week Reflections
oleh : Laurence Freeman, OSB.


Dia selalu mengasihi mereka yang menjadi miliknya di dunia, namun sekarang Dia menunjukkan betapa sempurna kasih-Nya itu.

Pada ritual perjamuan terakhir yang Yesus adakan bersama sahabat-sahabat-Nya, Dia merayakannya dengan penuh semangat dan kasih sehingga Dia menjadi santapan. Simbol roti dan anggur, buah-buah hasil bumi dan bahan pokok makanan lokal sehari-hari, muncul sebagai makanan dan perayaan.

Rabu, 27 Maret 2013

Rabu Pekan Suci 2013

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB

‘Yudas, yang akan mengkhianatinya; menjawab katanya, ‘Bukan aku, ya Rabi?’ ‘Engkau telah mengatakannya’ jawab Yesus.’

Ada beberapa unsur yang membuka pikiran di seputar tema pengkhianatan dalam kisah Sengsara. Yesus adalah yang dikhianati, yang paling jelas oleh salah seorang murid-Nya. Tetapi Yesus juga adalah orang yang telah mengetahui dan mengungkapkannya dengan jelas. Yudas berpura-pura tidak bersalah dan berkata ‘Bukan aku’ dan Yesus berkata – bukan untuk pertama kalinya – ‘engkau yang mengatakannya, bukan Aku’. Begitu juga dengan Pilatus dan penguasa-penguasa relijius lainnya yang banyak bertanya kepada-Nya, Dia menghindar untuk terjebak dalam tipu muslihat mereka dan membiarkan kata-kata mereka sendiri yang menjadi jawabannya.

Selasa, 26 Maret 2013

Selasa Pekan Suci 2013

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman, OSB

Ada banyak orang yang duduk dan bicara. Lebih sedikit yang berjalan dan berbicara. Bahkan lebih sedikit lagi orang yang dapat membuat berjalan menjadi ungkapan penuh dan terbaik dari berbicara. Dengan tindakan mereka mengungkapkan segala yang dimaksudkan oleh kata-kata mereka. Dalam hal ini mereka memperoleh kefasihan murni keheningan.

Senin, 25 Maret 2013

Senin Pekan Suci 2013

Holly Week Reflections
Oleh : Laurence Freeman OSB.

Retret Pekan Suci kita dimulai di Bere Island kemarin. Orang-orang yang ada di sini datang dari berbagai belahan dunia dan juga orang lokal pulau ini dan Peninsula Beara yang keindahan alamnya luar biasa, lembut dan terjal.

Banyak orang di seluruh dunia juga akan berpartisipasi lewat internet. Sampai tingkat yang luar biasa sekarang ini, ruang telah ditaklukkan oleh teknologi. Tentu saja ada perbedaan besar antara kehadiran maya dan kehadiran fisik, namun kehadiran bukan salah satunya. Yang terpenting adalah perhatian. Seseorang yang hadir secara fisik bisa jadi tidak hadir karena mereka tertidur selama ceramah dan pendengar dari belahan dunia yang lain bisa jadi hadir sepenuhnya karena mereka mendengarkan dengan penuh perhatian.

Minggu, 24 Maret 2013

Minggu Palma 2013

Holly Week Reflections
oleh : Laurence Freeman, OSB

Tanpa kasih tidak ada belas kasih. Eros juga harus ada dalam adonan jika harus ada agape. Jika tidak ada rasa ketertarikan tidak ada yang dapat mendorong kita memasuki transendensi.

Tetapi kasih dapat terlepas dari formula ini dan berdiri sendiri – hanya melayani nafsu dan kepentingan-kepentingannya sendiri. Kasih berubah menjadi kekuatan jahat dalam jiwa kita yang mengakibatkan kehancuran dunia di sekitar kita. Kita terpental kesana kemari dari hasrat menjadi kejenuhan sebelum kita mulai mencari obyek lain untuk diinginkan. Kecanduan segera mengajarkan kita penderitaan yang terkandung di dalamnya. Bagaimana hal ini terjadi, ceritanya sungguh rumit. Namun jalan keluarnya sederhana: mengijinkan diri anda untuk dikasihi. 

Sabtu, 23 Maret 2013

Memasuki Kematian dan Kebangkitan Yesus


Lent Daily Reflection - Laurence Freeman, OSB
SABTU MINGGU KELIMA PRAPASKAH 2013

Yohanes Kasianus, guru ahli kehidupan rohani dari abad ke 5, menyarankan kita untuk mengucapkan  mantra, terus bergulir dalam hati, 'dalam kemakmuran dan kesulitan'

Ekonomi global menggambarkan suka dukanya dramatis kehidupan yang seringkali secara menonjol terjadi. Pecahnya  ledakan amukan terjadi ketika amukan harapan dan keserakahan menimbulkan kehancuran. Kemudian dilanjutkan dengan masa penghematan, dan seperti biasanya, mengakibatkan kesengsaraan pada anggota masyarakat yang paling rapuh. Karir pribadi dan keberuntungan pribadi juga dapat melambung tinggi dan kemudian sekilas dihancurkan oleh berita di koran dalam sekejap. Suasana hati  dan kesehatan fisik kita juga mempunyai siklusnya sendiri, saat kemakmuran timbul suka dan sebaliknya duka.

Jumat, 22 Maret 2013

Meditasi Pemicu Perubahan


Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
JUMAT MINGGU V PRAPASKAH 2013

Baru-baru ini sebuah kendaraan riset tak berpenumpang tercebur  ke laut pada tingkat paling dalam sekali, saya kira tujuh mil dalamnya ke bawah. Para ilmuwan heran ketika terkejut saat menemukan banyak sekalinya kehidupan medi sana, makan detritusa ri(sisa yang tidak termakan hewan lain) sampah yang tenggelam dari permukaan tingkat laut yang lebih tinggi.

Lebih Hidup Dari Hari Kehari

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
KAMIS MINGGU V PRAPASKAH 2013

Kehidupan datangnya dalam berbagai bentuk dan ukuran dan dari berbagai arah yang tidak terduga. Hal ini tidak tertahankan. Meskipun demikian penolakan kehidupan juga merajalela. Penolakan seringkali dimulai dengan ketakutan karena kehidupan ditandai oleh adanya perubahan oleh karena itu dituntut penyesuaian kita. Bila tuntutan ini terlalu menakutkan kita berusaha untuk mengurangi kemungkinan kehidupan baru itu membatasi kekuatannya sehingga kita dapat mengawasi dengan lebih baik. Tidak lama kemudian yang kita lakukan adalah keberhasilan membuatnya tak berdaya. Kemudian kita mengeluh karena kehidupan tampaknya jadi membosankan atau dirasakan tidak sesuai.


Rabu, 20 Maret 2013

Belajar Kebijaksanaan dari Yesus


Lent Daily Reflections - Laurenca Freeman, OSB
RABU MINGGU V PRAPASKAH 2013.

Kecanggihan adalah suatu sifat yang berbahaya dan seringkali menipu. Yang tampaknya canggih - sopan, cerdik, cerdas, duniawi - sebenarnya bisa jadi sangat bodoh dan naif.

Kata itu menunjukkan kebijaksanaan (sofia). Tetapi jika diterapkan pada lulusan sekolah filsafat, kata tersebut dihubungkan dengan mencari uang dari mengajarkan kebijaksanaan dan dengan merumitkan serta memalsukan kemurnian kebenaran. Banyak lembaga pendidikan tinggi kita sekarang ini juga sangat canggih dan rumit organisasinya. Mereka mempunyai anggaran besar dan dijalankan dengan tujuan perolehan uang tetapi mereka tidak lagi membangkitkan dan memelihara cinta akan kebenaran dan semangat belajar siswanya.

Selasa, 19 Maret 2013

Menerima Diri Kita Sebagai Anugerah


Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
SELASA MINGGU V PRAPASKAH.

Ken Wilber suatu saat tergerak untuk menuliskan kisah tentang cara ia merawat istri yang baru dinikahinya yang menderita sakit sampai saat terakhirnya. Bagi mereka yang mengenal tulisan-tulisannya yang lain akan menghargainya, dia terlahir cerdas dengan selera yang tinggi untuk mendapatkan dan menyatukan pengetahuan dan pemahamannya. Buku-bukunya semakin panjang jadinya. Namun setelah jelas bahwa kanker istrinya sudah tidak dapat diobati lagi, dia meninggalkan semua kegiatan dan minatnya, konsentrasi sepenuhnya untuk merawat dan berada bersama istrinya. Ketika kegiatan tersebut semakin membuatnya stres, dia mulai tegang tidak tertahankan. Pertanda buruk mulai muncul terbayang setelah seorang temannya mengatakan kepadanya untuk menggunakan waktu paling tidak satu atau dua jam sehari melakukan karya intelektualnya, ini dengan bijak diturutnya.

Senin, 18 Maret 2013

Hanya Satu Guru

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
SENIN MINGGU V PRAPASKAH 2013

Ketika saat krisis, orang akan mencari seseorang disekitarnya yang tampaknya tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.Ini seringkali menjadikan bencana.



Sebuah negara terpecah dan orang melihat seseorang yang sangat percaya diri dan sarat dengan kenangan mulia. Sebenarnya kepercayaan dirinya didapat dari adanya kesempatan. Dia tahu bahwa inilah saatnya untuk menggunakan kekuasaan dan dia memiliki intuisi yang meyakinkan tentang cara melakukannya. Dia tidak begitu peduli untuk memimpin rakyat menuju ke tempat yang lebih baik, dia hanya menjalankan tugas saja. Mungkin ini meredakan kecemasan yang sangat dan rasa tidak aman di dalam dirinya ,ini hanya dapat ditanggungnya jika dia dapat menguasai dan mengendalikannya.

Terjebak Dalam Perzinahan

Lent Daily Reflection - Laurence Freeman, OSB
HARI MINGGU V PRAPASKAH  2013

Ketika seluruh rakyat datang kepada-Nya, Ia duduk dan mengajar mereka.....Kemudian Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.....(Yohanes 8: 1-11)



Seperti halnya dengan Socrates dan Budha, Yesus mengajarkan secara lisan. Dia tidak meninggalkan buku ataupun risalat dan semua yang kita ketahui mengenai pengajaran-Nya adalah terjemahannya. Seakan tampaknya ada jarak besar antara Dia dan kita. Dalam beberapa hal memang demikian. Pada masa Yesus, kata-kata-Nya sangat mengena perasaan terdalam mereka, sedangkan kita bahkan tidak tahu secara tepat kata-kata yang sebenarnya Ia gunakan.

Sabtu, 16 Maret 2013

Habemus Papam.


Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB.
SABTU MINGGU IV PRAPASKAH 2013

Habemus Papam!. Masa Prapaskah cenderung ada wawasan baru. Semoga Fransiskus I diberkati.


Beberapa waktu yang lalu, dibutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk menyebarkan berita terpilihnya Paus baru. Hari ini kita semua berada di Alun-Alun sana saat berita tersebut disampaikan. Kesan pertama dibuat seketika keseluruh dunia. Dia tampaknya mempunyai karunia membuat kesan tanpa dibuat-buat, yang disebut kerendahan hati. Dalam beberapa menit saja dia telah di google oleh berjuta-juta orang, dan bertumpuk-tumpuk ramalan dan penilaian dari para ahli.

Kehilangan

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
JUMAT MINGGU IV PRAPASKAH 2013.

Duka cita karena kehilangan hari ini bisa menjadi suka cita penyelamatan esok hari. Kita tidak bisa memahami ujud kelekatan yang menyakitkan itu ketika perpisahan atau kehilangan itu terjadi sampai selesai dan kepedihan itu mereda.


Kamis, 14 Maret 2013

Mata Air yang Murni

Lent Daily Reflections - Laurence Freeman, OSB
Kamis Minggu IV Prapaskah 2013



Masa Prapaskah segera akan beralih dan berujud sebagai salah satu permenungan terbesar dan terdalam dan makna dari suatu penderitaan. Kita berharap bahwa kita siap menghadapinya tahun ini.

Ada banyak bentuk penderitaan, seperti halnya ada banyak perwujudan kasih. Mungkin di dalam rahasia besar alam semesta ini, keduanya benar-benar sebanding. Ketika pikiran bingung, dilanda keraguan, bercabang dan gelisah kita mengalami suatu penderitaan yang khusus. Mungkin saat itu belum muncul dalam kehidupan kita dan dalam hubungan kita dengan orang lain. Tergantung pada ukuran pengendalian diri kita atau kemampuan kita untuk tampil baik. Namun, pada akhirnya tidak ada rahasia yang tak terkuak. Beberapa rahasia dikubur - atau lama tetap di sana.

Kehadiran Dalam Ketiadaan.

Lent Daily Reflection - Laurence Freeman.
Rabu Minggu IV Prapaskah

Ketika burung blackbird terbang lepas pandang
Itu menandakan tepian

Salah satu dari banyak lingkaran
(Wallace Stevens, Thirteen Ways of Looking at a Blackbird (Tiga Belas Cara Mengamati Blackbird)

Ada banyak cara mengamati segala sesuatu. Dalam puisi Wallace Stevens, bait di atas adalah cara ke sembilan yang ia temukan ketika mengamati blackbird. Puisi-puisi besar sering mengejutkan kita ada suatu tingkat kesadaran baru yang menarik perhatian kita yang tampaknya sangat jelas namun kita sendiri tidak mengerti mengapa kita tidak melihat itu sebelumnya. Tetapi ketika kita berusaha menempatkan penglihatan baru ini dalam ungkapan kita, yang muncul hanyalah ungkapan yang hambar kedengarannya.

Rabu, 13 Maret 2013

Pengampunan

Lent Daily Reflections - Laurence freeman, OSB
Selasa Minggu IV Prapaskah 2013


Saya sedang berbicara dengan seseorang tentang orang lain yang telah melukai hatinya. Dia berkata 'Aku bisa baik-baik saja dengannya sekarang. Tapi aku tidak akan pernah memaafkannya'. Pernyataannya : 'tidak akan pernah', bukannya 'tidak akan dapat'.

Saya terkesan dengan adanya pertentangan bahkan dengan bangga penegasannya tidak pernah memaafkan. Seolah-olah dia tahu bahwa dia mempunyai kemampuan untuk memaafkan, melepaskan dan melanjutkan. Namun, apapun alasannya, dia memilih untuk tinggal bersama pahit manisnya menyatu dengan perasaan dendam dan marah. Mungkin itu membuat kita merasa puas bermoral lebih hebat - 'Aku dipihak yang terlukai jadi aku selalu dipihak benar selama aku menunjukkan rasa dendam itu'. Mungkin juga tidak banyak kebebasan untuk memilih tidak memaafkan seperti sangkaan kita.