Meditasi berkaitan dengan dua hal penting yaitu: kehadiran Allah, dan
menaruh perhatian pada kehadiran itu. Dua hal ini sama kuno atau modern sama
dengan kesadaran manusia itu sendiri. Kehidupan manusia tidak dapat dikatakan
kehidupan yang penuh tanpa kita harus belajar dan menaruh perhatian pada hidup
itu sendiri. Mengabaikan atau menunda kehidupan yang penuh adalah suatu
kebodohan dari dosa.
Tampilkan postingan dengan label perhatian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perhatian. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Mei 2016
Rabu, 03 Juni 2015
Memberi Perhatian Penuh
Kita harus mengarahkan pikiran kita pada
Kerajaan Allah. Ada dua orang filsuf yang sangat
mempunyai pengaruh pada masyarakat kita akhir-akhir ini. Satu diantaranya adalah Simone Weil dan yang lainnya Fritz Schumacher.
Simone Weil berpikir bahwa apa yang paling penting yang kita dapat terima
selama hidup kita adalah apa yang dia sebut perhatian yang tidak mengarah pada
diri sendiri. Fritz Schumacher sampai pada kesimpulan yang sama dan ia
menyebutnya sebagai perhatian yang tidak mengarah pada diri sendiri, yang
dikatakan oleh Simone Weil, sebagai "perhatian", belajar untuk
memberi perhatian. Keduanya dipengaruhi oleh tradisi yang kita katakan, tradisi
doa kontemplatif, tradisi meditasi yang berasal dari bapa monastik perdana.
Ini adalah pelajaran penting yang kita
pelajari dari meditasi: untuk memberi perhatian penuh dan secara total. Kita
semua tahu dari bacaan Sabda Bahagia bahwa setiap dari kita tidak hanya harus
berubah tetapi juga harus mangalami transformasi. Kita juga mengetahui dari
bacaan surat St. Paulus bahwa kita hanya bisa di transformasi dalam
Kristus, melalui Kristus dan dengan Kristus. Jika anda ingin mengubah sesuatu
dalam hidup anda, anda mempunyai dua pilihan. Anda
berusalah untuk berubah, anda dapat berusaha mengubah hidup anda dengan usaha
kehendak anda. Saya pikir kebanyakan dari kita menemukan
dari pengalaman kita sendiri bahwa kehendak kita lemah dan tidak konstan. Ada
jalan lain yaitu jalan keterbukan penuh dari pribadi yang utuh. Itu bukan jalan
kehendak atau “intention" tetapi jalan perhatian atau “attention"
( Being On The Way – John Main, OSB )
Selasa, 25 Maret 2014
SELASA MINGGU KETIGA PRAPASKAH
WCCM Daily Lent Reflections - Sunday Lent Week 3
Hari ini adalah Hari Raya Kabar Sukacita, yang mengingatkan kita saat kita
mempersiapkan Paskah bahwa hari ini tepat sembilan bulan menjelang Natal.
Itulah hidup, penuh dengan bacaan-bacaan paralel dan makna yang tumpang tindih.
Kita memusatkan perhatian pada satu hal tapi tak lama kemudian hal yang lain
muncul meminta perhatian kita.
Rabu, 21 November 2012
Meditasi sebuah komitmen
Mungkin sangat sulit untuk mengetahui apa yang
membuat seseorang ingin bermeditasi. Ini merupakan teka-teki bagi saya selama
bertahun-tahun. Kelihatannya ada banyak alasan mengapa orang mulai bermeditasi.
Tetapi saya rasa hanya ada satu alasan yang membuat orang terus bermeditasi.
Saya pikir kita dapat menyebutnya sebagai komitmen yang tumbuh terhadap
kenyataan.
Rabu, 10 Agustus 2011
MEDITASI JALAN PERHATIAN.

Kita harus mengarahkan pikiran kita kepada Kerajaan Allah. Ada dua orang filsuf yang sangat mempunyai pengaruh pada masyarakat kita akhir-akhir ini. Satu diantaranya adalah Simone Weil dan yang lainnya Fritz Schumacher. Simone Weil berpikira bahwa apa yang paling penting yang kita dapat terima selama hidup kita adalah apa yang dia sebut perhatian yang tidak mengarah pada diri sendiri. Fritz Schumacher sampai pada kesimpulan yang sama dan ia menyebutnya sebagai perhatian yang tidak mengarah pada diri sendiri, yang dikatakan Simone Weil, sebagai "perhatian". belajar untuk memberi perhatian. Keduanya dipengaruhi oleh tradisi yang kita katakan, tradisi doa kontemplatif, tradisi meditasi yang berasal dari bapa monastik perdana.
Langganan:
Postingan (Atom)



