Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB.
Seperti kita ketahui kisah Marta dan Maria dalam Injil Lukas, stres
bukanlah kejadian yang baru. Stres ini sudah melekat dalam jiwa manusia yang
kadang-kadang kita merasa tidak dapat mengatasinya. Hidup rasanya menyesakkan,
kita rasanya terasing dan putus asa.
Stres tentu saja
ada hubungannya. Stress pada seseorang bisa menjadi kesenangan bagi orang lain.
Mungkin karena desakan adrenalin atau kebutuhan alami untuk melampaui
keterbatasan kita, seorang olah ragawan atau pengusaha wanita menikmati diri mereka
berada dalam keadaan yang penuh stres. Sedangkan yang lainnya lebih memilih
hidup tanpa gejolak dan menerima dengan nyaman sesuai dengan kemampuan dirinya.





