Sabtu, 16 Februari 2013

Mengungkapkan dan Memperdalam Meditasi

Daily Lent Reflections - Fr. Laurence Freeman, OSB.
Sabtu setelah Rabu Abu.



Latihan jenis ketiga adalah mengungkapkan dan memperdalam meditasi selama Pra Paskah.

Memberi yang sejati adalah sebuah pencapaian yang langka  Biasanya kita memberi dengan melekatkan tali yang tidak kelihatan. Kita mungkin mengharapkan suatu balasan - pemberian balik, penghargaan, pahala, rasa terima kasih - atau sekedar menikmati rasa bahwa kita adalah orang yang murah hati, dan baik. Jika kita tidak mendapat pahala kita jadi merasa sakit hati atau marah.

Jumat, 15 Februari 2013

Mengurangi dan Melepaskan Sesuatu

Lent Reflections 2013  bersama Fr. Laurence Freeman, OSB
Jumat setelah Rabu Abu

Jenis kedua latihan harian untuk Prapaskah adalah mengurangi atau melepaskan sesuatu.

Meditasi - seperti yang disiratkan oleh kata tersebut - adalah suatu jalan tengah antara dua ekstrim. Budha mencoba jalan menuju pencerahan yang ekstrim dan gagal. St. Benediktu memberi inspirasi sebuah jalan hidup yang dapat dijabarkan sebagai moderasi (secukupbya) dalam segala hal kecuali hal moderasi itu sendiri. Tao menurut arti katanya adalah 'jalan tengah. Inilah jalan sempit yang membawa kehidupan' yang diajarkan oleh Yesus.

Kamis, 14 Februari 2013

Memperkuat atau Memulai Kebiasaan Baik

Lent Daily Reflections 2013 - Fr. Laurence Freeman OSB
Kamis setelah Rabu Abu 

Latihan pertama untuk Prapaskah - memperkuat atau memulai kebiasaan baik.

Jika anda belum bermeditasi secara teratur, hari ini adalah hari yang tepat untuk memulainya. Jika anda sudah bermeditasi, bayangkan bahwa anda sedang memulainya dari awal lagi. Seperti yang dikatakan oleh para mistikus abad pertengahan - anda tidak tahu apa-apa, anda tidak menginginkan apa-apa, anda tidak memiliki apa-apa. Seperti kata John Main, kita bermeditasi, tanpa tuntutan ataupun harapan.
Oleh karena itu, sejak awal sudah ada sekilas kebebasan sejati.

Rabu, 13 Februari 2013

Rabu Abu

Lent Daily Reflection 2013 - Fr. Laurence Freeman OSB.


Dalam biara yang baru saja saya kunjungi ada sebuah program satu bulan pemulihan dari kecanduan obat yang berhasil. Saya terkesan dengan sumpah yang mereka ucapkan pada awal masa perawatan mereka. Secara harafiah sumpah tersebut adalah sumpah untuk ‘kebenaran’.


Sumpah tersebut melibatkan suatu komitmen untuk mengikuti seluruh program dan tidak menyerah. Atau – menurut kodrat manusia – untuk memulai lagi jika mereka memang menyerah. Sumpah ini dapat diambil atas nama iman mereka sendiri atau atas nama alam semesta. Dalam rumusan apa pun, sumpah ini adalah sebuah tindakan mempercayai diri mereka sendiri, mempercayai kedalaman dan dimensi transenden mereka, dan juga kemampuan mereka untuk menjadi utuh.



Senin, 11 Februari 2013

Pentingnya Disiplin Bermeditasi

Saya ingin mengingatkan anda lagi akan pentingnya disiplin. Duduk diam adalah langkah pertama untuk keluar dari egoisme kita, dari kekuatiran dalam diri kita, dari tubuh kita sendiri. Duduk diam. Anda memasuki, turun ke, daerah dimana anda dapat menjadi sederhana, daerah dimana anda dapat menjadi rendah hati - kemampuan untuk menjadi seperti anak-anak, percaya untuk melepaskan segala tuntutan, segala keinginan dan terus mengucapkan kata-doa anda selama waktu meditasi. 

Rabu, 06 Februari 2013

Mengapa Seseorang Sebaiknya Bermeditasi?


Mengapa anda sebaiknya bermeditasi? Mengapa seseorang sebaiknya bermeditasi? Tradisi menyampaikan kepada kita bahwa setiap orang memerlukan meditasi bila kita ingin hidup secara utuh, bila kita ingin roh kita berkembang secara penuh, dan apa yang kita perlukan adalah "hati yang murni" - persepsi yang jelas untuk melihat kenyataan sebagaimana adanya, untuk melihat diri kita sebagaimana adanya, melihat Tuhan sebagai Tuhan yakni Cinta yang absolut. Untuk dapat melihat semuanya ini kita memerlukan hati yang murni yang berarti bahwa kita dapat melihat kemuka dengan jelas tanpa adanya refraksi dari penglihatan kita karena dibelokkan oleh prisma ego kita.