Tampilkan postingan dengan label Daily Lent Reflections 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Lent Reflections 2016. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Minggu Palma 2016

WCCM Lent Reflections 2016
Palm Sunday

Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Kata Yesus
kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Hari ini drama Kisah Sengsara dimulai, perjalanan dari neraka penderitaan menuju sukacita Firdaus. Setiap detil dari setiap kejadian yang dijabarkan melewati ribuan tahun telah memasuki imajinasi kolektif kita. Meskipun, karena kurang penularan iman, kebanyakan orang mungkin tidak dapat mengidentifikasi detil atau kisah tersebut, gambarannya masih tetap kuat. Setiap orang yang benar-benar mendengarkan narasi ini akan mengenali dirinya dalam kisah tersebut. Di sini, dalam perubahan manusia Yesus yang terakhir, Dia menghibur pencuri yang disalibkan bersebelahan dengan-Nya, setelah mereka mati mereka akan berada di Firdaus bersama.

Minggu, 13 Maret 2016

Minggu Kelima Prapaskah 2016

WCCM Lent Reflections 2016
Monday of Lent - Week Five

Soren Kierkegaard beranggapan bahwa ada saat-saat kritis dalam hidup dimana ‘titik menjadi semakin lebih memahami bahwa ada sesuatu yang tidak dapat dipahami.’ Beberapa abad sebelumnya, The Cloud of Unknowing menyaring tradisi mistik Kristiani dalam ungkapan berikut ‘dengan kasih kita dapat mengenal Dia, dengan pikiran tidak akan bisa’. Hal ini merupakan poin yang sulit untuk dipahami oleh banyak orang Barat, orang-orang dengan otak kiri yang bias. Namun hidup terus menerus menghadirkan entry point ke dalam misteri di mana cetak biru kita, model realitas, ideology dan penjelasan mengenai berbagai hal runtuh begitu saja di hadapan realitas yang kita hadapi.

Minggu, 06 Maret 2016

Minggu Keempat Prapaskah 2016

WCCM Lent Reflections 2016
Fourth Sunday of Lent

Injil hari ini (Lukas 15: 1-3; 11-32) adalah kisah yang tidak begitu jelas tentang Anak Yang Hilang atau, yang lebih baik, tentang Dua Bersaudara. Seperti Marta dan Maria dalam kisah tentang kontemplasi dan aksi, dua bersaudara ini sepertinya tidak saling mengenal dan mempunyai konflik tetapi juga tidak terpisahkan. Yang dipertaruhkan bukanlah memilih salah satu dari mereka namun perlunya memperbaiki relasi mereka. Mereka semua adalah unsur-unsur diri kita. Seperti dalam dunia mimpi, ajaran perumpamaan Yesus terlihat hanya menempati ranah dualistic. Sebenarnya mereka non-dualistik, yang bertentangan disatukan kembali, seperti dalam semua tingkat kesadaran yang lebih dalam.

Minggu, 28 Februari 2016

Minggu Ketiga Prapaskah 2016

WCCM Lent Reflections 2016
Third Sunday of  Lent

Injil Minggu Ketiga Prapaskah ini adalah Lukas 13: 1-9. Injil ini memberi kita sedikit gambaran tentang Yesus dari timur tengah. Umat Kristen dengan disposisi lemah harus melewati bacaan ini karena ajaran Yesus kali ini sangat keras. Dan orang-orang non Kristen harus membacanya dengan cermat atau mereka akan mendapati bahasanya tidak toleran. Dengan perikop semacam itu, saya selalu merasa (tentu saja saya tidak bisa membuktikannya) bahwa bacaan itu adalah laporan ajaran atau kesalahan terjemahan yang bertanggung jawab atas kekerasan ini. Saya yakin Yesus tidak selalu mudah untuk didengarkan dan bahwa kata-kata-Nya bisa membelah namun kesan penolakan, pengasingan dan hukuman kejam menurut saya asing bagi kepribadian-Nya meskipun umum dalam jaman dan budaya-Nya.

Minggu, 21 Februari 2016

Minggu Kedua Prapaskah 2016

WCCM Lent Reflections 2016
Second Sunday of Lent

Bukan hanya masalah berubah, tetapi Transfigurasi. Ada saat dimana pengikut Yesus yang dekat melihatnya sekilas meskipun saat bersejarah semacam itu tepatnya seperti apa tentu saja kita tidak bisa tahu. Yang pasti peristiwa tersebut sangat nyata karena menggabungkan yang agung dengan yang biasa:

Minggu, 14 Februari 2016

Minggu Pertama Prapaskah 2016

WCCM Lent Reflections 2016
First Sunday of Lent
                               
Bacaan `Injil untuk Minggu Pertama Prapaskah ini adalah Lukas 4: 1-13. Lukas menulis untuk pembaca non Yahudi secara luas dan lebih menekankan peran wanita dan kondisi orang miskin. Dalam perikop ini Yesus dituntun oleh Roh Kudus ke padang gurun dan mengalami ujian klasik kepribadiannya – menghadapi tuntutan-tuntutan ego untuk pemenuhan diri sendiri dan menganggap diri penting, tuntutan-tuntutan yang dapat ditembus-Nya dan oleh karena itu Dia dapat bebas merangkul diri sejati-Nya serta misi-Nya.

Rabu, 10 Februari 2016

Rabu Abu 2016

WCCM Lent Reflections 2016
Ash Wednesday
  
Hari ini kita umumnya akan mendapat abu – sisa pembakaran dari palma tahun lalu – dioleskan ked ahi kita, seperti banyak tokoh Kitab Suci dalam masa perkabungan atau krisis ‘menutup kepala mereka dengan abu’. Bagi anak-anak hal ini bisa menjadi kekudusan yang menyenangkan, menemukan simbol baru dan memperkaya kosa kata hidup rohani mereka. Bagi umat Kristiani dewasa, peristiwa ini merupakan ritual yang sudah biasa yang membawa ingatan yang sedikit lebih tajam tentang mortalitas: ‘Ingatlah, oh manusia, bahwa engkau adalah abu dan akan kembali menjadi abu.’ Bagi banyak orang dalam dunia sekular sekarang ini, hari ini hanya merupakan sisa-sisa dunia keagamaan kuno yang tidak dapat dipahami.