Sabtu, 31 Maret 2012

Jumat Prapaskah Minggu V

Daily Lent Reflections
by Fr. Laurence Freeman OSB

Manusia selalu melihat dunia sebagai siklus alam yang besar. Segala sesuatu yang pernah terjadi akan terjadi lagi, kata salah satu buku Amsal dalam Kitab Suci. Musim berputar seperti rasi bintang, dapat diperkirakan dan memberi kepastian bagi orang-orang di bawah yang mengalami perubahan dan mati. Pengulangan memiliki sisi ganda: melegakan oleh karena dapat diperkirakan, membosankan oleh karena kesamaannya. Jadi kita berusaha untuk memperoleh yang terbaik dari kedua dunia tersebut, mencari perubahan karena mungkin dapat memenuhi keinginan kita dengan lebih baik tetapi tetap berpegang pada status quo karena, meskipun tidak lengkap, inilah yang terbaik yang kita tahu.

Jumat, 30 Maret 2012

Kamis Prapaskah Minggu V

Daily Lent Reflections 
by Fr. Laurence Freeman, OSB

Orang-orang biasa setuju bahwa olah raga, seperti meditasi, adalah hal yang baik. Secara fisik dan mental kita merasa lebih baik saat berolah raga fisik secara rutin. Tergantung pada temperamen pribadi kita, kita mungkin perlu berjuang untuk menjaga disiplin latihan harian kita dan mencari-cari alasan untuk menghindarinya meskipun kita tahu kita akan merasa lebih baik dengan melakukannya. Atau, bagi orang yang berkepribadian lebih kompulsif (suka memaksa, fanatik), kita bisa menjadi terpaku pada latihan tersebut sehingga kita melakukannya dengan berlebihan dan membuatnya memainkan peran yang lebih dominan dalam hidup kita daripada buah-buahnya. Cukup saja tidak pernah cukup. Anda selalu dapat lebih fit daripada orang lain.

Kamis, 29 Maret 2012

Rabu Prapaskah Minggu V

Daily Lent Reflections 
by Fr. Lurence Freeman, OSB
Saat musim dingin tiba di Kutub Utara, beruang-beruang kutub yang kesepian menyendok es sendiri untuk membuat tempat tidur dan meringkuk untuk hibernasi panjang mereka. Kemudian turun salju dan menyelimuti mereka, menjaga mereka tetap hidup di gurun es, selimut dingin menjaga mereka dari dingin yang mematikan. Beruang-beruang betina melahirkan selama tidur nyenyak mereka yang panjang. Teriakan bayi-bayi mereka mengaktifkan suplai susu ibunya, tujuh kali lebih kaya nutrisi daripada susu manusia; dan insting keibuannya terbukti lebih kuat dari rasa kantuk yang paling kuat. Di musim semi, beruang betina pergi, dengan bayi-bayi mereka tersandung di kaki, untuk mencari makanan keras tetapi tetap waspada terhadap beruang-beruang jantan kelaparan yang mengincar bayi-bayi mereka untuk dijadikan snack yang lezat.

Rabu, 28 Maret 2012

Selasa Prapaskah Minggu V

Daily Lent Reflections 
by Laurence Freeman, OSB

"Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya"

Dia selalu rindu untuk menyenangkan ayahnya dan mendapat persetujuannya. Jauh setelah dia dewasa, setelah dia menikah dan mempunyai anak, ayahnya  menahan materai persetujuan dan kasih terakhir yang dirindukannya itu. Saat ayahnya mencapai ulang tahun yang penting dia membelikan ayahnya sesuatu yang selalu diinginkan ayahnya, sebuah Harley Davidson.

Selasa, 27 Maret 2012

Senin Prapaskah Minggu V

 Daily Reflections by Fr Laurence Freeman, OSB
 
Hari Raya Kabar Sukacita, ketika Maria muda, ibu yang harus belajar takdirnya. Saat mengandung memenuhi pikiran ketika cakrawala kehidupan yang menakutkan tampak jelas. Tak mengherankan para orang tua kehilangan ingatan jangka pendeknya tetapi tetap mengingat awal-awal kehidupan dengan jelas. Yang muda melihat ke depan, merenungkan keputusan-keputusan yang harus mereka ambil dan keuntungan-keuntungan yang mereka takut kehilangan. Yang tua belajar untuk menyesuaikan hal-hal yang sudah terjadi, mungkin potensi yang tidak pernah memuaskan, karena pengalaman mereka semakin memenuhi lukisan kehidupan mereka.

Minggu, 25 Maret 2012

Minggu Kelima Prapaskah

Daily Lent Reflections - Laurence Freeman OSB
Pada hari Highland yang indah dengan langit secerah mata anak kecil, kami membaringkan Rosie dalam tanah di sebelah suami dan anak-anak yang telah mendahuluinya. Seorang peniup seruling memimpin jalan dari pintu gereja menuju ke pemakaman. Ritual tersebut tidak asing lagi, sebagian karena pengalaman iman keluarga yang melampaui keyakinan sehingga tidak perlu dijelaskan lagi. Kata-kata dan gerak tubuh memiliki arti lebih daripada yang mereka ucapkan. Untuk sejenak sebuah ruang terbuka supaya kematian dan kehidupan saling terkait dan memungkinkan jika anda mengamati dengan seksama dalam cahaya terang untuk melihat apa yang ada di sisi lain.