Ketika
anda mulai bermeditasi, anda mengharapkan bahwa meditasi akan membantu hidup
anda. Saya duga kebanyakan dari kita terus bermeditasi karena, dengan cara-cara
yang mungkin tidak terpikir sebelumnya, meditasi terbukti sangat praktis,
meditasi menolong kita. Ketika kita mulai bermeditasi, kita harus mengerti
tantangan apa yang akan kita hadapi bila kita terus bermeditasi. Pada saat-saat
tertentu kita tergoda untuk menyerah. Kita menjadi cemas oleh keadaan yang
absolut yang mungkin timbul, baik oleh misteri Allah sendiri, dan bahkan dengan
keadaan yang absolut dari jalan meditasi itu.
Rabu, 10 Juni 2015
Rabu, 03 Juni 2015
Memberi Perhatian Penuh
Kita harus mengarahkan pikiran kita pada
Kerajaan Allah. Ada dua orang filsuf yang sangat
mempunyai pengaruh pada masyarakat kita akhir-akhir ini. Satu diantaranya adalah Simone Weil dan yang lainnya Fritz Schumacher.
Simone Weil berpikir bahwa apa yang paling penting yang kita dapat terima
selama hidup kita adalah apa yang dia sebut perhatian yang tidak mengarah pada
diri sendiri. Fritz Schumacher sampai pada kesimpulan yang sama dan ia
menyebutnya sebagai perhatian yang tidak mengarah pada diri sendiri, yang
dikatakan oleh Simone Weil, sebagai "perhatian", belajar untuk
memberi perhatian. Keduanya dipengaruhi oleh tradisi yang kita katakan, tradisi
doa kontemplatif, tradisi meditasi yang berasal dari bapa monastik perdana.
Ini adalah pelajaran penting yang kita
pelajari dari meditasi: untuk memberi perhatian penuh dan secara total. Kita
semua tahu dari bacaan Sabda Bahagia bahwa setiap dari kita tidak hanya harus
berubah tetapi juga harus mangalami transformasi. Kita juga mengetahui dari
bacaan surat St. Paulus bahwa kita hanya bisa di transformasi dalam
Kristus, melalui Kristus dan dengan Kristus. Jika anda ingin mengubah sesuatu
dalam hidup anda, anda mempunyai dua pilihan. Anda
berusalah untuk berubah, anda dapat berusaha mengubah hidup anda dengan usaha
kehendak anda. Saya pikir kebanyakan dari kita menemukan
dari pengalaman kita sendiri bahwa kehendak kita lemah dan tidak konstan. Ada
jalan lain yaitu jalan keterbukan penuh dari pribadi yang utuh. Itu bukan jalan
kehendak atau “intention" tetapi jalan perhatian atau “attention"
( Being On The Way – John Main, OSB )
Rabu, 27 Mei 2015
Jalan Menuju Keheningan
Apa itu meditasi? Pada intinya meditasi
adalah belajar mengucapkan kata-doa kita, mantra kita, dan kesulitan yang kita
hadapi adalah cara ini begitu sederhana sehingga kita tidak mempercayainya,
kita tidak meyakininya. Kita terus mengacu pada buku, pada komentar-komentar di
buku. Kita terus berusaha untuk mempelajari pengalaman orang lain padahal inti
meditasi adalah latihan, latihan harian untuk belajar mengucapkan kata-doa
kita, mantra kita.
Setiap pagi dan setiap malam ... seni
meditasi adalah belajar mengucapkan mantra anda dari awal sampai akhir tanpa
berhenti. Anda harus belajar, dan anda memerlukan waktu dan kesabaran; anda
harus belajar untuk mengabaikan gagasan-gagasan anda, untuk mengabaikan tilikan
(insight) tentang diri anda, atau tentang Allah atau tentang meditasi. Anda
harus belajar apa yang dikatakan oleh bapa monastik jaman dulu "seni untuk
beristirahat dalam Tuhan"
Mantra adalah jalan menuju keheningan,
yang sederhana dan penuh kepercayaan, dan seperti yang saya katakan, kita harus
belajar untuk mengucapkan mantra dari awal sampai akhir.Ketika anda mulai anda
cenderung untuk bertanya pada diri sendiri, "Apakah ini tidak hanya
membuang- buang waktu saja?", "Apakah para rahib ini berbicara
tentang sesuatu yang tidak masuk akal?" Semua yang anda dapat lakukan
ialah meneruskan meditasi dan pada akhirnya latihan itu sendiri yang akan
membuktikan dan bukan apa yang saya atau orang lain katakan. Menemukan roh anda
adalah yang membuktikan meditasi anda.
( The Door to Silence – John Main, OSB )
Rabu, 20 Mei 2015
Terbuka Pada Karunia
Kita perlu murah hati untuk membuat
seluruh hidup kita serasi dengan roh yang bersemayam di dalam hati kita.Semua
dari kita mempunyai pelanturan yang berasal dari hidup kita.Kita mempunyai
hal-hal yang membuat kita prihatin, hal-hal yang mencemaskan kita, hal-hal
dimana kita bertanggung jawab. Jadi apa yang harus kita lakukan ialah
menempatkan seluruh hidup kita agar serasi dengan pencarian ini, perziarahan
ini, yaitu perziarahan menuju hati kita sendiri. Itu merupakan sebuah
perziarahan yang menuntun kita untuk ke roh yang menyegarkan, hati yang jernih
dan roh yang menghidupkan.
Meditasi tidak berarti kita berbalik
meninggalkan hidup dan tanggung jawab kita. Malah
sebaliknya, dengan meditasi kita menjadi terbuka sepenuhnya pada karunia
kehidupan yang diberikan pada kita. Ini adalah karunia akan kehidupan kekal,
kehidupan kekal dimana kita diundang untuk terbuka pada saat kini. Kita perlu
orang yang bertanggung jawab, orang yang tanggap, untuk menanggapi karunia kehidupan
kekal.Seperti yang dikatakan Yesus kepada kita, kehidupan kekal adalah mengenal
Bapa kita yang disurga."Inilah hidup
yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang
benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yoh 17:3). Dalam meditasi kita mengesampingkan segala sesuatu yang fana agar kita
bisa memahami yang baka.
Rabu, 13 Mei 2015
Memasuki Misteri Kristus
Melalui pengalaman meditasi kita memahami bahwa setiap dari kita, artinya setiap manusia, adalah dalam hubungan yang kreatif dengan Allah melalui Kristus. Meditasi menjadi begitu penting karena sewaktu hubungan kita dengan Kristus semakin dekat, kita menyadari bahwa hubungan kita satu sama lain menjadi lebih dekat. Ketika kita menyadari hal itu sebagai pribadi, kita juga menyadarinya bahwa perkembangan pribadi kita dan perziarahan batin kita bukan saja merupakan urusan kita pribadi. Hal itu juga melibatkan tanggung jawab kita pada seluruh umat manusia.
Rabu, 06 Mei 2015
MEDITASI JALAN CINTA
Mengucapkan kata-doa merupakan tanda bahwa kita 'bebas-lepas'. Setiap kali kita mengucapkan kata-doa, kita menyangkal, kita meninggalkan segala pikiran kita, segala harapan kita, segala ketakutan kita. Dengan hilangnya segala kelekatan pada mlik kita, maka kita juga tidak melekat pada diri kita. Dengan mengucapkan kata-doa kita menjadi seperti yang dikatakan dalam Zen, "mata yang melihat tetapi tidak dapat melihat mata itu sendiri". Orang yang bermeditasi adalah orang yang melihat lurus ke depan. Pandangannya menjadi jelas karena tidak ada gambaran lain dari ego yang mengganggu cahaya murni dari Alllah yang datang dan timbul dari mata hati kita.
Langganan:
Postingan (Atom)





