Sabtu, 08 Maret 2014

SABTU SETELAH RABU ABU

WCCM Daily Lent Reflections 2014
Saturday after Ash Wednesday


 Burung terbang melintasi kabel tegangan tinggi
Yang membentang di bukit-bukit,
Benih dingin di tanah terbangun dibuahi
Diberi makan untuk memberi kita makan yang lebih murah,
Jaringan menara telepon seluler
Radar angsa yang mengembara dinonaktifkan,
Tetapi orang yang bisa diam
Dalam kehidupan sehari-hari tidak lupa bahwa
Kita merupakan satu alam dengan alam
Inilah sebabnya mengapa Prapaskah adalah waktu untuk Musim Semi
(atau, bagi Anda, Musim Gugur) -
Sehingga pejiarah tolak balik yang berhimpitan
Diyakinkan kembali bahwa kita tidak asing di sini.
Laurence Freeman OSB

sumber : WCCM Indonesia

Jumat, 07 Maret 2014

JUMAT SETELAH RABU ABU



WCCM Daily Lent Reflections 2014
Friday after Ash Wednesday
Empat puluh hari dapat berlalu seperti Empat puluh menit atau Empat puluh tahun. Yang terpenting bukanlah mengukur waktu melainkan kualitas kesadaran saat kita melampaui waktu tersebut. (Bukan 'berapa umurku tahun ini?', tetapi 'aku sudah belajar apa?')

Kamis, 06 Maret 2014

KAMIS SETELAH RABU ABU

Daily Lent Reflections 2014
Thursday after Ash Wednesday.

Seorang pemuda kaya datang kepada Yesus dan bertanya apa yang harus ia lakukan untuk ‘memperoleh hidup abadi’ – bisa kita katakan untuk dapat benar-benar bahagia, puas dan mendapat kepastian bahwa hidup memiliki tujuan akhir. Dia sedikit angkuh dan bahkan terdengar agak merendahkan diri ketika dia menyebut Yesus ‘guru yang baik’. Yesus sepertinya adalah sosok yang menghargai makna setiap kata – sebuah unsur penuh kebenaran-Nya. Maka Yesus memutar balikkan kata-kata pemuda itu dengan bertanya mengapa dia memanggil-Nya ‘baik’ jika hanya Allah saja yang baik’.

Rabu, 05 Maret 2014

RABU ABU

Daily Lent Reflections 2014
Ash Wednesday

Dia tidak pernah mengeluh. Hidup sudah mengajarkan kebijaksanaan kepadanya melalui penderitaan dan kehilangan yang dialaminya, namun dia juga belajar dari waktu tentang sukacita dan pemenuhan kepuasan. Dia tidak membawa banyak beban akan rasa bersalah atau cacat tidak biasa ataupun kesengsaraan. Benar-benar tidak ada alasan baginya untuk merasakan rasa yang menggerogotinya. Dia bahkan tidak yakin apakah rasa tersebut tergolong keinginan atau kesedihan – sesuatu yang dia inginkan atau dia sesali karena tidak memilikinya. Mungkin bahkan ada perasaan aneh yang sering kita miliki saat dalam keinginan yang mendalam – yang tidak akan kita inginkan jika kita tidak tersentuh olehnya dan memilikinya dengan cara tertentu.

TERBUKA PADA HADIRAT ILAHI

...Dalam hadirat Allah, kita menjadi diri kita yang sesungguhnya, sebagai mahluk yang diciptakan oleh Allah, mahluk yang ditebus oleh kasih Yesus, mahluk yang menjadi bait Roh Kudus...

Rabu, 26 Februari 2014

MEMBUKA HATI PADA REALITAS

  ..  meditasi adalah untuk melihat realitas seluruh hari anda: realitas yang paling tinggi adalah bahwa kita mempunyai hubungan dengan Tuhan...