Selasa, 06 Maret 2012

Senin Minggu I Prapaskah



Laurence Freeman, OSB

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu". (Luk 6:36-38)


John Main menyukai gambaran ini dan akan membacanya dengan penuh semangat dan bahagia seperti yang dirasakan oleh seorang kontemplatif sejati terhadap kehidupan dengan semua penderitaan dan kehilangannya.

Seseorang yang menangkap wisdom ini dan yang menerapkannya di dalam hidupnya adalah Rosie Lovat, oblat yang pertama dari komunitas kita, yang meninggal dengan tenang di rumahnya di London pada hari Sabtu malam pada usia 93 tahun.

Senin, 05 Maret 2012

Minggu Kedua Prapaskah

 Laurence Freeman OSB

Allah mencoba Abraham, Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 22:1)
Kisah di atas bukanlah kisah yang menyenangkan rasanya. Kita lebih suka membuang tumpukan sampah limbah antropologi. Tetapi tanah Moria adalah sebuah realitas di suatu tempat yang lebih dalam, realitas batin keberadaan kita. Di situlah, seperti semua tradisi mistik mengingatkan kita, kita harus melepaskan (‘mengorbankan’) segala yang membuat kita lekat. Manusia seperti apa yang tidak lekat pada apa yang dikasihinya?

Sabtu, 03 Maret 2012

Sabtu Prapaskah Minggu I

Laurence Freeman, OSB

"Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" (Mat 5:48)
Dengan tantangan seperti tersebut di atas, bagaimana Kekristenan bisa luntur, seperti yang sering terjadi, hanya menjadi panduan moral atau sebuah ideologi lain yang bersaing untuk mendominasi dunia atau bahkan lebih buruk lagi, menjadi pelarian bagi mereka yang takut akan revolusi roh?

Jumat Prapaskah Minggu I

Laurence Freeman, OSB

"..Segeralah berdamai dengan lawanmu dalam waktu yang baik." (Matius 5:25)
Waktu bisa menjadi masalah tetapi juga memiliki penyelesaian/solusi.  Yang selalu menjadi pertanyaan adalah apa itu ‘waktu yang baik’ dan perlu waktu berapa lama?

Mungkin karena kodrat waktu yang memang tidak jelas maka kita mudah untuk menunda yang perlu dan menyangkal yang tak bisa diperkirakan. Kita mengira akan selalu ada waktu lebih untuk mengerjakan hal yang harus kita kerjakan. Kemudian kita menyadarinya bahwa pada saat terakhir, ketika sudah terlambat karena waktu sudah habis, sehingga kita tidak dapat lagi berdamai dengan musuh kita atau menyembuhkan pertikaian di dalam diri kita sendiri atau dengan perwujudan-perwujudan konflik batin kita yang tercermin dalam relasi kita dengan sesama. Lalu kita hanya dapat menyelam lebih dalam daripada waktu memasuki dasar keberadaan kita, kedalaman saat kini.  Ada penyembuhan di sana, dalam sumber keberadaan kita. Tetapi sebenarnya banyak penderitaan yang bisa dihindari jika kita mau melakukannya dalam waktu yang baik.

Jumat, 02 Maret 2012

Kamis Prapaskah Minggu 1

Laurence Freeman OSB
Mintalah maka engkau akan mendapat…(bdk Mat 7:7).

Jika kita menerima dorongan seperti ini di panggung ajaib pertumbuhan kita, kita bisa segera sangat kecewa; atau kita dipaksa masuk ke ruang olah raga metafisik yang memporak porandakan pikiran kita.

Pikiran rasional tidak dapat memahami penegasan yang menyatakan bahwa latihan rohani kita itu bermanfaat. Dengan bertanya .. tetapi untuk apa? Berapa sering? Apa yang harus kami berikan sebagai balasannya? Seribu rosario, tidak minum-minum selama Prapaskah? Namun bagi pikiran kontemplatif, yang merupakan rumah bagi paradoks dan kebajikan, kata-kata Yesus tersebut sangat masuk akal.

Kamis, 01 Maret 2012

Rabu Prapaskah Minggu I 2012

 Laurence Freeman OSB
Relaksasi dan ketenangan adalah efek samping dari kegiatan yang baik. Jelas sekali jika anda berusaha keras untuk rileks, kegiatan itu justru membuat lebih tegang. Curahkan semua yang anda bisa untuk bermeditasi tetapi jangan berusaha terlalu keras. Meditasi adalah kegiatan yang baik dan membawa kita ke peristirahatan yang tidak pasif atau melayang, melainkan yang jelas, waspada dan dinamis. Inilah yang disebut damai.