Saya pikir salah satu pengertian yang dapat menolong kita
untuk memahami kemutlakan untuk mengucapkan mantra, kemutlakan dari pengalaman
meditasi, adalah konsep panggilan. Doa, kita mungkin dapat menerangkannya
sebagai keadaan cinta yang taat. Keadaan dimana kita sepenuhnya berada naungan
Tuhan, tidak menginginkan sesuatu, tidak merencanakan sesuatu tetapi hanya
menempatkan diri kita didalam kepenuhan karunia kehidupan, kepenuhan
karunia-Nya dalam karya penciptaan yang unik dari diri kita.
Sabtu, 28 September 2013
KEHENINGAN ADALAH JALAN
Sabtu, 21 September 2013
KEMBALI KE PUSAT DIRI
Tujuan meditasi bagi setiap dari kita adalah kita masuk ke
pusat diri kita sendiri. Dalam beberapa tradisi, meditasi dikatakan sebagai
suatu perziarahan – perziarahan ke dalam pusat diri anda sendiri, ke dalam hati
anda sendiri, dan disana anda belajar untuk tetap sadar, hidup dan diam.
Pentingnya meditasi ialah untuk menemukan dari pengalaman anda sendiri bahwa
hanya ada satu pusat dan tugas bagi kita semua ialah menemukan sumber kita dan
arti hidup kita dengan menemukan dan menghidupi pusat tunggal itu.
Rabu, 14 Agustus 2013
Meditasi Memurnikan Roh Kita
Meditasi merupakan suatu cara
untuk memurnikan diri kita. Setiap kali kita mengucapkan mantra, kita
memurnikan, kita menjernihkan roh kita. Perjalanan meditasi selama hidup kita
adalah untuk mengembalikan roh kita agar menjadi jernih kembali sehingga tembus
cahaya. Roh kita seperti sebuah cermin dan apa yang kita lihat di cermin adalah
pantulan dari diri kita sendiri. Tetapi dasar kaca dari cermin harus di
dihilangkan dan dibersihkan. Itu karena bagian belakang kaca seluruhnya
diliputi oleh lapisan yang tidak diperlukan, yang tidak penting bagi kehidupan
kita, dilapisi oleh segala gambaran-gambaran yang kita kumpulkan.
Selasa, 06 Agustus 2013
Komitmen Bermeditasi
Kita harus selalu berhati-hati
bahwa pikiran kita tentang tujuan jangan sampai mengecohkan kita dari pemahaman
akan sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Sarana itu sederhana, yaitu
bermeditasi setiap pagi dan malam dan selama bermeditasi kita mengucapkan
kata-doa dari awal sampai akhir. Jadi kita beralih dari segala lamunan, baik
lamunan suci maupun berbicara dengan diri sendiri. Kita secara perlahan-lahan
menyerahkan diri pada kemiskinan. Kemiskinan dari 'satu kata' yang membutuhkan
komitmen iman kita. Tidak ada cara yang setengah-setengah. Anda tidak dapat
bermeditasi semaunya saja. Anda mengucapkan kata-doa atau tidak mengucapkannya.
Label:
bermeditasi,
hening,
kemiskinan,
komitmen,
Mantra,
meditasi,
Meditasi Kristiani,
rendah hati,
satu kata
Rabu, 31 Juli 2013
Meditasi Sarana Menyadari Roh
Meditasi merupakan sarana untuk
semakin menyadari akan Roh yang berdoa di dalam diri kita dan tergantung pada
ketekunan kita untuk mengucapkan mantra. Bila kita tekun mengucapkan mantra
maka kita menjadi semakin sadar bahwa Roh yang berdoa di dalam diri kita.
Pengulangan yang setia akan kata-doa inilah yang menyatukan seluruh bagian
dalam diri kita. Mengapa demikian? Karena pengulangan kata-doa yang
terus-menerus membawa kita kepada keheningan, konsentrasi, kepada tingkat
kesadaran yang memampukan kita untuk membuka pikiran dan hati kita bagi karya
cinta Allah di kedalaman hati kita.
Label:
bermeditasi,
Mantra,
Maranatha,
meditasi,
Meditasi Kristiani,
Roh
Rabu, 24 Juli 2013
Meditasi begitu sederhana
Untuk belajar meditasi hal utama
yang anda harus mengerti – dan ini tantangan utama bagi kita semua – hal utama
ialah untuk memahami bertapa sederhananya meditasi. Kita hidup di masyarakat
yang sangat kompleks. Semua dari kita harus berurusan dengan macam-macam
tantangan hidup kita, semuanya cukup rumit. Sangat sulit bagi kita untuk pecaya
bahwa sesuatu yang begitu sederhana, begitu tidak bertele-tele, yang sangat
jelas. Sangat sulit bagi kita untuk mempercayai bahwa ajaran itu dapat menjadi
begitu penting dan efektif.
Label:
bermeditasi,
doa sederhana,
meditasi,
Meditasi Kristiani,
sederhana,
tradisi
Langganan:
Postingan (Atom)





