Meditasi
dalam arti ini adalah askese (mati raga) yang total. Dan askese adalah
antidotum (obat penawar) untuk kecongkakan. Meditasi merupakan suatu jalan yang
membuat anda semakin kuat dalam Kristus. Anda menyadari bahwa kekuatan itu
datang bukan dari diri anda, tetapi datang dari yang lebih besar dari diri anda
dan yang memiliki anda. Itulah kekuatan anda. Ini merupakan misteri dari
pengalaman doa, kekuatan yang keluar dari hati anda adalah kekuatan anda,
kekuatan ini berasal dari Allah.
Kamis, 09 Juli 2015
Kamis, 02 Juli 2015
Terbuka pada Roh
Jika
kita ingin menyadari karunia hidup kita yang sebenarnya, kita perlu melihat
panggilan kita yaitu panggilan yang sama dengan panggilan Kristus. Panggilan
kita adalah melakukan kehendak Bapa, menyembah-Nya di kedalaman diri kita,
untuk menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Dengan menyembah Dia, kita di
panggil untuk menerima cinta yang tanpa syarat. Mengucapkan mantra dengan
rendah hati dan mengucapkannya dengan setia merupakan jalan bagi kita untuk
menyembah Allah dan meletakkan hidup kita dibawah naungan-Nya.
Rabu, 24 Juni 2015
Kembali ke Pusat Diri
Panggilan
untuk bermeditasi merupakan undangan untuk tidak hidup berdasarkan pengalaman
dari tangan ke dua. Panggilan itu ditujukan pada setiap dari kita untuk
mengenal hidup rohani kita dan menemukan sendiri kekayaan dari kemampuan
manusia yang bersumber pada yang Ilahi, dalam kuasa ilahi. Itu juga merupakan
undangan untuk terbuka pada kuasa tersebut, untuk dikuatkan oleh-Nya dan untuk
masuk dalam realitas ilahi itu sendiri.
Prosesnya
sendiri sangat penting. Kita harus berhati-hati agar tidak takjub hanya pada
pesannya, hanya pada berita gembira, hanya pada gagasan-gagasan Injil. Kita
harus masuk, merasakan dan melihat. Dan meditasi adalah proses memasuki,
merasakan dan melihat. Mengucapkan mantra anda setiap hari, menyisihkan waktu untuk
meditasi, pagi dan malam, dan menempatkan kehidupan rohani anda sebagai pusat
hidup anda merupakan hal yang penting.
Itulah
apa yang dimaksud dengan meditasi – kembali ke pusat diri anda dan menemukan
pusat anda yang merupakan jalan ke pusat dari segalanya. Dan untuk itu kita
harus berhenti hidup di permukaan, kita harus masuk pada kedalaman diri kita.
( The
Heart of Creation – John Main, OSB )
sumber: www.wccm.org
Rabu, 17 Juni 2015
Berani Untuk Memulai
Anak-anak yang
berkunjung ke biara untuk bermeditasi adalah bukti yang sungguh baik dari jalan
meditasi yang alami. Mereka adalah contoh yang nyata untuk orang dewasa yang
datang. Mereka menunjukkan sifat seperti anak yang kita butuhkan untuk
menjalani perziarahan ini.
"Sesungguhnya
barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak
akan masuk ke dalamnya"
(Mrk 10:15)
Rabu, 10 Juni 2015
Tergoda untuk Menyerah
Ketika
anda mulai bermeditasi, anda mengharapkan bahwa meditasi akan membantu hidup
anda. Saya duga kebanyakan dari kita terus bermeditasi karena, dengan cara-cara
yang mungkin tidak terpikir sebelumnya, meditasi terbukti sangat praktis,
meditasi menolong kita. Ketika kita mulai bermeditasi, kita harus mengerti
tantangan apa yang akan kita hadapi bila kita terus bermeditasi. Pada saat-saat
tertentu kita tergoda untuk menyerah. Kita menjadi cemas oleh keadaan yang
absolut yang mungkin timbul, baik oleh misteri Allah sendiri, dan bahkan dengan
keadaan yang absolut dari jalan meditasi itu.
Rabu, 03 Juni 2015
Memberi Perhatian Penuh
Kita harus mengarahkan pikiran kita pada
Kerajaan Allah. Ada dua orang filsuf yang sangat
mempunyai pengaruh pada masyarakat kita akhir-akhir ini. Satu diantaranya adalah Simone Weil dan yang lainnya Fritz Schumacher.
Simone Weil berpikir bahwa apa yang paling penting yang kita dapat terima
selama hidup kita adalah apa yang dia sebut perhatian yang tidak mengarah pada
diri sendiri. Fritz Schumacher sampai pada kesimpulan yang sama dan ia
menyebutnya sebagai perhatian yang tidak mengarah pada diri sendiri, yang
dikatakan oleh Simone Weil, sebagai "perhatian", belajar untuk
memberi perhatian. Keduanya dipengaruhi oleh tradisi yang kita katakan, tradisi
doa kontemplatif, tradisi meditasi yang berasal dari bapa monastik perdana.
Ini adalah pelajaran penting yang kita
pelajari dari meditasi: untuk memberi perhatian penuh dan secara total. Kita
semua tahu dari bacaan Sabda Bahagia bahwa setiap dari kita tidak hanya harus
berubah tetapi juga harus mangalami transformasi. Kita juga mengetahui dari
bacaan surat St. Paulus bahwa kita hanya bisa di transformasi dalam
Kristus, melalui Kristus dan dengan Kristus. Jika anda ingin mengubah sesuatu
dalam hidup anda, anda mempunyai dua pilihan. Anda
berusalah untuk berubah, anda dapat berusaha mengubah hidup anda dengan usaha
kehendak anda. Saya pikir kebanyakan dari kita menemukan
dari pengalaman kita sendiri bahwa kehendak kita lemah dan tidak konstan. Ada
jalan lain yaitu jalan keterbukan penuh dari pribadi yang utuh. Itu bukan jalan
kehendak atau “intention" tetapi jalan perhatian atau “attention"
( Being On The Way – John Main, OSB )
Langganan:
Postingan (Atom)





