Sekarang coba pikirkan pengalaman meditasi anda sendiri. Anda menyadari bahwa anda mulai bermeditasi, kelihatannya anda maju tapi kemudian anda berhenti. Bagi kebanyakan dari kita, semua pengalaman kita dengan meditasi adalah memulai dan berhenti, mencapai sesuatu dan tidak tahu ada dimana, semangat dan putus asa. Anda dapat belajar dari pengalaman ini bahwa anda hanya perlu mengucapkan kata doa anda. Mungkin cukup beralasan untuk bertanya pada diri anda sendiri, "Apakah manfaat meditasi bagi saya? Apakah saya mengalami kemajuan?", tetapi itu semua tidak ada gunanya. Sesungguhnya malah lebih buruk daripada tidak ada gunanya, pertanyaan-pertanyaan itu sama sekali tidak berguna.
Selasa, 25 November 2014
Selasa, 18 November 2014
Menerima Sesama Kita
Dan sesungguhnya Kristus sendiri yang memberikan perintah ini kepada kita: "Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya" (1 Yoh 4:19-21). Hendaklah kita menangkap dengan jelas apa yang dikatakan oleh St. Yohanes yaitu bahwa kita tidak dapat memilih mengasihi Allah atau sesama kita. Kita mengasihi keduanya atau tidak sama sekali.
Selasa, 04 November 2014
Menjadi Diri Sendiri
Kita belajar dari buah-buah meditasi harian kita bagaimana kita menanti Allah dan untuk mengarahkan hati dan pikiran kita pada Allah dengan kesabaran dan perhatian penuh. Dalam kesetiaan yang tumbuh secara pelahan-lahan dankesadaran yang jelas saya mendesak anda untuk mengesampingkan segala spekulasi yang tidak relevan: Apakah saya menikmati ini? Apakah saya mendapatkan sesuatu dari meditasi? Apakah saya menjadi bertambah bijaksana atau suci?
Langganan:
Postingan (Atom)